Kantor Desa Jatireja, di Manakah Dia Berada?

Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

???????????????????????????????

 

ANANTO PRATIKNO

Dipublikasi di Pemerintahan | Tag , | Tinggalkan komentar

Sindikat Pemalsu Surat dan Penyalur Tenaga Outsourcing Dibekuk

Sindikat Pemalsu Surat dan Penyalur Tenaga Outsourcing Dibekuk

Rab, 17 Desember 2014 | 16:18 WIB

 

UNIT Reskrim Polsek Cikarang Barat berhasil membekuk penyalur tenaga kerja abal-abal. Tersangka berinisial SH ini telah meminta uang kepada korbannya dengan janji akan dipekerjakan, Nyatanya, uang menghilang pekerjaan pun melayang.

 

“Modus tersangka SH adalah mengaku sebagai salah satu karyawan di PT Yamaha Music wilayah MM 2100 dengan janji akan disalurkan ke perusahaan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Iptu Dwi Yanuar kepada wartawan, Rabu (17/12).

 

Setelah itu, lanjut Yanuar, pelaku menawarkan pekerjaan terhadap 4 orang korbannya dengan syarat memberikan uang senilai Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta. Ke 4 korban tersebut diarahkan untuk melakukan tes di perusahaan PT. Yamaha Music,

 

“Namun setelah datang, para korban diberitahu oleh security bahwa tidak ada tes diperusahaan tersebut,” terangnya

 

Dari tersangka SH polisi menyita uang tunai senilai Rp. 357 ribu, 2 lembar surat pengantar berobat jalan dan 2 formulir tes daftar karyawan baru,” terangnya.

 

Sementara itu, pihaknya juga berhasil mengamankan 2 orang tersangka MH dan AR terkait pemalsuan dan penggelapan surat. Untuk tersangka MH dikenakan pasal 266 ayat 1 KUHP dan 263 ayat (1) KUHP.  Sementara, AR dijerat pasal 378 KUHP junto 64 ayat (1) KUHP dan 372 KUHP junto ayat 1 KUHP.

 

“Selama beraksi ketiga pelaku berhasil mengelabui puluhan korban dengan kerugian materil mencapai Rp1,5 juta hingga Rp3 juta,” bebernya.

 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiaganya kini mendekam di Mapolsek Cikarang Barat. (dam)

 

Sumber:

http://www.gobekasi.co/2014/12/17/sindikat-pemalsu-surat-dan-penyalur-tenaga-outsourcing-abal-abal-dibekuk/

Dipublikasi di Ketenagakerjaan, Krimimalitas | Tag | Tinggalkan komentar

Mobil Lama Masih “Kinyis-kinyis”, Dewan Tetap akan Digelontori Rp12,5 M untuk Beli Mobil Baru

Mobil Lama Masih “Kinyis-kinyis”, Dewan Tetap akan Digelontori Rp12,5 M untuk Beli Mobil Baru

Thursday, 18 December 2014 07:24 red

 

BEKASI – Di saat mobil inventaris lama masih tampak prima alias kinyis-kinyis, Pemerintah Kota Bekasi tetap ngotot akan menggelontorkan anggaran Rp12,5 miliar untuk pengadaan mobil dinas baru bagi 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Banyak pihak mengkritisi masalah ini, namun keinginan itu sepertinya tak bisa dicegah lagi.

Para anggota dewan tampak begitu ngebet untuk segera bisa menikmati mobil baru setara Kijang Innova itu.

“Alokasi anggaran itu kita sesuaikan dengan spek kendaraan yang akan dibeli,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Bekasi Yayan Suliana di Bekasi, Selasa.

Ia mengatakan rencananya para anggota dewan periode 2014-2019 itu akan diberi pinjaman mobil dinas bermesin 2.000 cc untuk mendukung kegiatan operasional.

“Sesuai dokumen penganggaran, sudah tercatat spek seperti itu,” katanya.

Menurut dia, pengadaan mobil dinas akan dilakukan menggunakan mekanisme Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Namun bia belum dapat memastikan jenis mobil seperti apa yang akan dibeli dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2014 itu.

“Tapi yang jelas, kita menjalin kerja sama dengan PT Astra untuk pengadaan barangnya,” katanya.

Yayan memperkirakan mobil-mobil dinas itu bisa digunakan para anggota dewan Kota Bekasi paling lambat akhir Desember 2014.

“Desember barangnya sudah bisa digunakan. Mobil dinas lama kita tarik semua saat penyerahan kendaraan baru,” ujarnya. (ant/02)

 

Sumber:

http://www.bekasipos.com/index.php/metro-bekasi/politik-daerah/2042-mobil-lama-masih-qkinyis-kinyisq-dewan-tetap-akan-digelontori-beli-mobil-baru.html

Dipublikasi di Pemerintahan | Tag | Tinggalkan komentar

Wabup Akui Warem Menjamur

Wabup Akui Warem Menjamur

Kam, 18 Desember 2014 | 09:20 WIB

 

WAKIL Bupati, Rohim Mintareja mengakui, hingga kini masih menjamurnya Warung Remang-Remang (Warem) di Kabupaten Bekasi. Meski kerap dilakukan razia, namun sejumlah titik transaksi seks tetap tumbuh dan berkembang.

 

Rohim juga membenarkan jika kegiatan razia yang dilakukan Satpol PP tidak bisa berjalan optimal. Karena, pemilik warem terkadang sudah mengetahui gelagat petugas yang akan melakukan razia.

 

’’Diakui warung remang-remang masih ada di Kabupaten Bekasi, dan juga dalam razia sering terjadi kucing–kucingan antara petugas dan pemilik usaha warung remang-remang,” ungkapnya.

 

Menjamurnya warem membawa dampak pada meningkatnya jumlah orang dengan HIV AIDS (ODHA). Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bekasi, sepanjang 2014 jumlah orang yang terpapar penyakit tersebut sebanyak 711 orang. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya.

 

Menanggapi hal itu, Rohim tidak menampiknya jika jumlah ODHA terus meningkat. Karena salah satu penyebab terpapar HIV AIDS yakni melalui seks bebas. Sementara di Kabupaten Bekasi, kini warem terus menjamur.

 

Di balik jumlah ODHA, yang lebih memprihatinkan lagi yakni usia orang yang terpapar HIV AIDS mayoritas usia produktif. Berdasarkan data dari KPA, ratusan ODHA tersebut berusia antara 20 tahun hingga 50 tahun.

 

’’Penderita HIV AIDS di Kabupaten Bekasi dikarenakan seks bebas dan memakai narkoba, efek dari  memakai narkoba jadi banyak melakukan seks bebas, selain itu pemakai narkoba menggunakan jarum sutik yang tidak steril seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian,” ungkapnya. (ian)

 

Sumber:

http://www.gobekasi.co/2014/12/18/wabup-akui-warem-menjamur/

Dipublikasi di Sosial | Tag | Tinggalkan komentar

Jababeka Stadium atau Stadion Wibawa Mukti?

Jababeka Stadium atau Stadion Wibawa Mukti?

Rab, 17 Desember 2014 | 10:20 WIB

 

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi hingga kini belum menentukan secara resmi nama stadion utama yang berlokasi di Jababeka, Cikarang Timur. Namun anehnya, di beberapa marka jalan tertulis ‘Jababeka Stadium’.

 

Tulisan pada penunjuk jalan itu seolah menyebutkan kalau stadion tersebut bernama Jababeka Stadium. Penulisan nama stadion itu terdapat di beberapa titik di jalan layang Cibatu. Hal itu sempat memunculkan tanda tanya bagi warga Kabupaten Bekasi terkait kejelasan nama stadion.

 

Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin memastikan stadion utama tersebut milik pemerintah daerah. Rencananya bangunan megah tersebut akan diberi nama Stadion Wibawa Mukti, dan bukan Jababeka Stadium.

 

Persoalan adanya penulisan di marka jalan tersebut, kata Neneng, kemungkinan untuk memudahkan peserta Porda XII lalu menuju stadion. Ia kembali memastikan kalau stadion tersebut milik pemerintah daerah.

 

’’Nama stadion tetap Wibawa Mukti, dan dengan adanya marka jalan bertulis Jababeka Stadium mungkin tadinya untuk mempermudah jalan saat Porda menuju stadion utama, dan untuk nama stadion, insya Allah memakai nama Wibawa Mukti,” ungkapnya.

 

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Daris menambahkan, lahan yang digunakan untuk pembangunan stadion merupakan milik pemerintah daerah. Sehingga dipastikan bangunan stadion berstatus milik pemerintah setempat.

 

Namun Daris mengakui jika lahan tersebut sebelumnya milik pihak Jababeka. Setelah melalui proses panjang, lahan tersebut diserahkan ke pemerintah daerah yang kemudian dibangun fasilitas olahraga.

 

’’Saya belum melihat adaya plang Jababeka Stadium, tetapi dalam hal ini Stadion Wibawa Mukti yang berada di Jababeka milik Pemkab Bekasi, bukan milik Jababeka, karena Jababeka sudah menyerahkan tanah tersebut ke pihak pemerintah daerah,” ungkapnya. (ian)

 

Sumber:

http://www.gobekasi.co/2014/12/17/jababeka-stadium-atau-stadion-wibawa-mukti/

Dipublikasi di Fasilitas Umum | Tag | Tinggalkan komentar

PT KAI akan Tambah Stasiun Baru di Bulakkapal dan Telaga Asih

PT KAI akan Tambah Stasiun Baru di Bulakkapal dan Telaga Asih

Saturday, 13 December 2014 06:23 red

 

BEKASI – Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia berencana menambah dua fasilitas stasiun di Bekasi, Jawa Barat, guna menunjang pengoperasian double-double track Manggarai-Cikarang. “Stasiun tersebut masing-masing ada di Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, dan di Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Stasiun Bekasi Teguh Budiono di Bekasi, Jumat.

Menurut dia, pembangunan fisik kedua stasiun ini direncanakan berlangsung pada tahun 2015 agar penyelesaiannya bisa beriringan dengan proyek DDT.

“Pembangunan DDT sendiri masih berlangsung dan ditargetkan bisa secepatnya rampung,” katanya.

Selain pembangunan stasiu baru, pihaknya juga akan merenovasi sejumlah stasiun di Kabupaten Bekasi.

“Stasiun yang akan direnovasi adalah Tambun dan Cikarang karena kondisinya mulai usang,” katanya.

Renovasi juga berlaku bagi bangunan Stasiun Bekasi di Jalan Ir. H. Djuanda Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Khusus untuk Stasiun Bekasi akan dilakukan renovasi total. Bangunannya akan ditingkatkan menjadi dua lantai, seperti di Stasiun Tanah Abang, Jakarta,” katanya.

Menurut dia, seluruh upaya perbaikan itu merupakan bentuk komitmen PT KAI dalam melakukan pembenahan pelayanan untuk tampil lebih baik lagi.

“Kami harap pelayanan terhadap masyarakat bisa terus berjalan dan lebih baik lagi nantinya,” katanya. (Ant/02)

 

Sumber:

http://bekasipos.com/index.php/metro-bekasi/public-service/2006-pt-kai-akan-tambah-stasiun-baru-di-bulakkapal-dan-telaga-asih.html

Dipublikasi di Fasilitas Umum | Tag | Tinggalkan komentar

Komisi C DPRD Kab Bekasi Panggil Pengelola Kawasan Industri Cikarang

Komisi C DPRD Kab Bekasi Panggil Pengelola Kawasan Industri Cikarang

Posted by: daktaSelasa, 16/12/2014 – 09:51

 

CIKARANG_DAKTACOM : Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi akan memanggil Pengelola Kawasan Industri Cikarang Hijau Indah karena diduga belum memiliki izin lingkungan.

 

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Noer mengatakan Kawasan Industri Cikarang Hijau Indah akan dibuka, lahan seluas 28.000 hektar tersebut berlokasi di wilayah Cikarang Selatan, namun pembangunannya diduga belum memiliki izin dari dinas terkait, oleh sebab itu komisi C akan berupaya memanggil pihak perusahaan untuk dilakukan klarifikasi.

 

Sebenarnya, pihak komisi C sudah memanggil perusahaan tersebut, namun tidak jadi datang, jika pemanggilan ketiga di hari kamis mendatang tidak hadir, maka akan dilakukan pemanggilan pemaksaan.

 

Cecep menambahkan, selain perusahaan pihaknya juga akan memanggil BPLH, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman dan Dinas Perhubungan terkait dengan izin dari perusahaan tersebut.

 

Diharapkan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi memiliki izin sesuai ketentuan agar limbah yang ada tidak mencemari lingkungan yang dekat dengan masyarakat.

 

Redaktur : FA/Friska

Reporter : Ardi Mahardika

 

Sumber:

http://www.dakta.com/2014/12/komisi-c-dprd-kab-bekasi-panggil-pengelola-kawasan-industri-cikarang/

Dipublikasi di Dunia Usaha, Pemerintahan | Tag | Tinggalkan komentar