Pengusaha Diresahkan Aksi Buruh

Pengusaha Diresahkan Aksi Buruh

Penulis : Ambrosius Harto Manumoyoso | Senin, 15 Oktober 2012 | 22:16 WIB

 

KOMPAS.com/JOE LERIBUN Para buruh berunjukrasa di depan Istana Negara, Rabu (10/10/2012), menuntut agar UU tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang disahkan oleh DPR pada tanggal 28 Oktober 2011 direvisi.

 

BEKASI, KOMPAS.com — Unjuk rasa bahkan mogok nasional oleh buruh meresahkan pengusaha di kawasan industri di Bekasi Raya, Jawa Barat. Buruh menuntut sistem kerja alih daya (outsourcing) dan upah murah dihapus serta ada jaminan kesehatan.

 

Dalam penilaian pengusaha, demonstrasi buruh mengakibatkan iklim usaha labil, misalnya unjuk rasa menuntut karyawan alih daya diangkat sebagai pegawai tetap.

 

Demikian diutarakan Ketua Forum Investor Bekasi Deddy Harsono seusai pertemuan di Korem 051/WKT, Jababeka, Kabupaten Bekasi, Senin (15/10/2012) malam.

 

Pengusaha resah sebab aksi-aksi belakangan ini cenderung dengan melumpuhkan produksi. Situasi dinilai rawan atau kurang aman. Dalam perundingan membahas tuntutan buruh, pengusaha merasa ditekan.

 

Pengusaha menanggung kerugian dari batalnya pengiriman dan atau produksi barang. Namun, pengusaha berniat ingin bersama-sama buruh mencari solusi terbaik. Pengusaha berusaha memahami tuntutan buruh.

 

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Barat Suparno mengatakan, demonstrasi bahkan mogok nasional yang dimotori Majelis Pekerja Buruh Indonesia adalah reaksi terhadap persekongkolan antara pengusaha dan pemerintah. “Buruh selalu dikorbankan sehingga aksi merupakan reaksi atau perlawanan,” kata Suparno.

 

Reaksi itu muncul, misalnya, karena buruh yang seharusnya layak berstatus pegawai atau karyawan tetap ternyata dipekerjakan dengan sistem kontrak. Upah menjadi murah dan sejumlah tunjangan yang menjadi hak buruh tidak atau sedikit diberikan. Buruh juga bereaksi ketika ada pemberhentian pekerja tanpa hak-hak dipenuhi atau akibat terlibat organisasi buruh.

 

Editor : Marcus Suprihadi

 

Sumber:

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/15/22163272/Pengusaha.Diresahkan.Aksi.Buruh

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Ketenagakerjaan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s