Gedung A1, Kompleks Pemda Kab. Bekasi

IMG_5712-1 (640)

AP

 

Suasana Gedung A1 yang tampak teduh dengan rerimbunan pepohonan berbagai jenis di Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat pada Kamis, 11 Februari 2016. Berada tepat di titik -6.366557, 107.172101 atau koordinat 6°21’59.6″S 107°10’19.6″E, gedung berbalur cat warna kuning gading yang sangat megah ini merupakan satu unit dari beberapa unit gedung lainnya yang berada di dalam satu kompleks dengan lapangan yang sangat luas di tengahnya. Di dalam Gedung A1 ini, merupakan tempat berkantor pimpinan dan seluruh jajaran staf Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK), dan Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (DBMPSDA).

 

 

 

ANANTO PRATIKNO

Dipublikasi di Pemerintahan | Tag | Meninggalkan komentar

Banyak Pabrik Besar Tak Membuat Kabupaten Bekasi Sejahtera

Banyak Pabrik Besar Tak Membuat Kabupaten Bekasi Sejahtera

Kamis, 11 Februari 2016 — 19:32 WIB

 

CIKARANG (Pos Kota) – Banyaknya berdiri perusahaan asing atau pabrik besar, tidak membuat daerah tersebut sejahtera. Hal ini yang dialami Kabupaten Bekasi lantas masih diliputi persoalan kemiskinan.

 

Menghadapi persoalan ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H Daris akan mengirim surat terbuka ke presiden Joko Widodo terkait persoalan kemiskinan di wilayahnya.

 

Daris mengatakan surat terbuka ini dimaksudkan agar presiden mengetahui persoalan kemiskinan yang terjadi di wilayahnya berbanding terbalik dengan pesatnya pertumbuhan pabrik.

 

Kata dia, berdasarkan data BPS kemiskinan di Kabupaten Bekasi meningkat 9 % dari 331 ribu menjadi 361 ribu di tahun 2015. Penghasilan warganya pun tak sebanding kalau dilihat kondisinya hidup berada ditengah-tengah kawasan industri.

 

“Rata-rata penghasilan masyarakat berkisar hanya Rp. 2,4 juta dan ribuan warga disini banyak terjerat bank keliling, gizi buruk, wabah DBD, dan mempunyai rumah tidak layak huni,”katanya.

 

Apalagi lanjut dia disaat masa MEA ini bisa berdampak domino lagi yaitu akan semakin banyaknya pengangguran disebabkan arus masuknya tenaga kerja asing.

 

Selain masalah sosial, masalah kesehatan menjadi persoalan di Kabupaten Bekasi, dimana hanya ada sekitar 40 puskesmas dari total kebutuhan minimum berjumlah 100 puskesmas.

 

Dengan dikirimnya surat tersebut dia sangat berharap pemerintah pusat dapat mengupayakan perbaikan infrastruktur, karena Kabupaten Bekasi menyumbangkan dana peribangan yang cukup tinggi sebesar Rp. 100 Triliun. (lina/win)

 

Sumber:

http://poskotanews.com/2016/02/11/banyak-pabrik-besar-tak-membuat-kabupaten-bekasi-sejahtera/

Dipublikasi di Dunia Usaha, Sosial | Tag | Meninggalkan komentar

Anggaran Tidak Terserap, Disdik Kabupaten Bekasi Tuding Kontraktor

Anggaran Tidak Terserap, Disdik Kabupaten Bekasi Tuding Kontraktor

Kamis, 11/02/2016 14:46 WIB

 

BEKASI_DAKTACOM: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rohim Sutisna, terkesan melempar bola kesalahannya kepada pihak ketiga tidak terserapnya anggaran mebeler senilai Rp 22 Milyar untuk sekolah.

Menurutnya pihak ketiga yang memenangkan tender pengadaan mebeler tidak sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) dengan jangka waktu yang sudah ditentukan.

Pihaknya sudah menenderkan di LPSE dan ada pemenangnya, tapi setelah perjanjianan yang disepakati dalam SPK pihak ketiga tidak bisa menepati hingga tanggal 3 Desember 2015, sehingga hampir akhir tahun tidak terikirim maka tidak dibayarkan.

Ia menjelaskan pada tahun 2016 mendatang pihaknya akan menganggarkan kembali untuk mebeler sekolah dan ini akan dilaksankan pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2016. Sebab untuk APBD murni sudah tidak bisa dianggarkan kembali.

Sebelumnya Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi menyayangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi yang tidak menyerap anggaran pengadaan bangku dan meja sekolah (Mebeler) sebanyak Rp 22 Milyar pada anggaran Tahun 2015 di beberapa sekolah.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Dede Iswandi, mengatakan tidak terserapnya anggaran ini justru menjadi hutang di sekolah-sekolah, karena yang seharusnya sudah mengganti mebeler yang sudah rusak, namun masih digunakan.

Hutang mebeler Dinas Pendidikan kepada sekolah hampir mencapai 300 lokal, terutama mebeler untuk di Sekolah Dasar (SD) yang jumlahnya hingga ratusan, karena setiap lokal bisa mencapai 40 siswa. Dengan begitu banyak siswa yang tidak memakai bangku dan meja baru di sekolahnya.

 

Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Dakta Administrator

 

Sumber:

http://dakta.com/news/4141/anggaran-tidak-terserap-disdik-kabupaten-bekasi-tuding-kontraktor

Dipublikasi di Pemerintahan | Tag | Meninggalkan komentar

Yaya Ropandi : Kabupaten Bekasi Masih Jadi Primadona Investor

Yaya Ropandi : Kabupaten Bekasi Masih Jadi Primadona Investor

Jumat, 12 Februari 2016

 

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan sekaligus Wakil Ketua Bidang SDM dan Diklat Kamar Dagang Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi, Yaya Ropandi mengatakan bahwa iklim investasi di Kabupaten Bekasi akan terus tumbuh ditandai dengan munculnya banyak kawan Industri baru di Kabupaten Bekasi.

 

Yaya mengatakan Kabupaten Bekasi masih menjadi primadona bagi investor, karena berada tidak terlalu jauh dengan Pelabuhan Tj. Priok, ditambah dengan keberadaan akses tol ring road Cibitung – Tj. Priok yang akan dibangun oleh pemerintah.

 

“Karena transportasi dari Kabupaten Bekasi tidak jauh dari Tanjung Priok dan nantinya ada akses tol ring road Cibitung-Priok,” jelasnya.

 

Sementara itu, terkait dengan dengan isu pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran dan rencana hengkangnya PT. Toshiba dan PT. Panasonic dari wilayah Kabupaten Bekasi, Ketua Kadin Kabupaten Bekasi, Obing Facrudin menyangkalnya dan mangatakan bahwa isu itu tidak benar.

 

“Memang ada pengurangan tenaga kerja tetapi tidak besar-besaran melainkan melalui tahapan sesuai dengan kebutuhan dan mekanisme perusahaan masing-masing,” jelasnya. (DB)

 

Sumber:

http://beritacikarang.com/yaya-ropandi-kabupaten-bekasi-masih-jadi-primadona-investor/

Dipublikasi di Dunia Usaha | Tag | Meninggalkan komentar

Warga Desa Kedungwaringin Keluhkan PT BSJ

Warga Desa Kedungwaringin Keluhkan PT BSJ

Kamis, 11 Februari 2016 | 20:57 WIB

 

SEJUMLAH warga RT 005 RW 02, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, mengaku, keberatan dengan kehadiran PT Bhakti Sahabat Jaya yang berada di tengah pemukiman mereka.

 

Walaupun pabrik pengecatan komponen mobil untuk Suzuki tersebut sudah sekitar enam tahun beroperasi, tapi semakin hari warga semakin tidak tahan dengan dampaknya, seperti bau, bunyi bising dan pencemaran.

 

Salah seorang warga, Mulyadi, mengatakan warga telah membuat surat pernyataan keberatan. Sebanyak 31 warga telah membubuhkan tanda tangan, mewakili ratusan warga Desa Kedungwaringin lainnya.

 

“Pertama, kita keberatan dengan dugaan limbah B3 dari pabrik ini yang mencemari lingkungan, kedua suara bising dikeluhkan warga dan ketiga, bau menyengat,” ungkapnya kepada GoBekasi, Kamis (11/2/2016) di lokasi.

 

Warga lain, Saleh, mengutarakan pernyataan serupa.  Ia yang tinggal tepat di sebelah pabrik tersebut mengaku sering mencium bau tidak sedap dari perusahaan tersebut.

 

“Jelas bau. Bau tiner. Munculnya bau gak tentu, kadang pagi,  kadang sore. Kalau cium baunya saya sesak, kepala pusing,” jelas pria yang mengaku sebagai mantan supir ayahanda dari Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin tersebut.

 

Warga lainnya, Dirja, mengatakan pabrik yang dari luar tampak seperti rumah pada umumnya tersebut belum ada izin, lagipula pabrik tersebut tidak layak berada di tengah pemukiman warga karena tidak sesuai zona.

 

“Katanya izin untuk kontrakan, bukan untuk perusahaan. Perusahaan ini kami keluhkan karena bau, kebisingan dan limbah. Sudah saya cek,  belum ada izinnya. Pemerintah harus tegas, kemana aja selama ini. Kalau izin gak lengkap ini harus ditutup,” tegasnya.

 

Sementara itu, salah satu perwakilan manajemen perusahaan kala didatangi warga mengatakan perusahaan tersebut memiliki izin. Ia tidak terima dengan kehadiran warga bersama salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) secara mendadak.

 

“Ada izinnya. Kalau mau lihat sekarang bisa,” katanya. Tapi ia masih enggan menunjukkan karena belum ada surat penegasan yang jelas dari dinas terkait, yakni Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Bekasi.

 

“Kalau bapak ada surat tugas, saya mau nunjukkin. Biar sama-sama enak aja,” katanya kepada salah seorang staf BPPT.

 

Staf BPPT, Yayan, mengatakan, “Menurut dia punya (izin, red), tapi belum kita cek karena dia belum mau keluarkan. Nanti ini akan kita teruskan ke pimpinan untuk tindakan selanjutnya.” [dam/gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/02/11/warga-desa-kedungwaringin-keluhkan-pt-bsj/

Dipublikasi di Dunia Usaha, Lingkungan | Tag | Meninggalkan komentar

Disnaker Bekasi Siapkan Program Pelatihan dan Wirausaha Bagi Karyawan Kena PHK

Disnaker Bekasi Siapkan Program Pelatihan dan Wirausaha Bagi Karyawan Kena PHK

By redaksi

Feb 11, 2016

 

Bekasi, Bekasiurbancity.com – Isu akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal mencuat sepanjang awal 2016 setelah ada rencana penutupan pabrik perusahaan besar seperti Panasonic dan Toshiba di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Isu tersebut terus berentet disusul dengan perusahaan besar lainnya yang akan menutup juga pabriknya di Cikarang. Kendati belum melakukan langkah antisipasi khusus, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi mengatakan telah menyediakan program yang siap menampung korban PHK.

 

Dilansir dari Republika.co.id, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Nur Hidayah mengatakan, pihaknya sudah mempunyai program wirausaha dan pelatihan untuk para korban PHK. atau jika di istilahkan adalah ‘rumah-rumah’ yang dimungkinkan bisa menampung korban PHK.

 

“Program-program kewirausahaan atau pelatihan tersebut dapat kita diprioritaskan untuk korban PHK. Mengingat usia para pekerja yang rata-rata sudah cukup tua. Sektor wirausaha adalah jalan yang paling sesuai bagi korban PHK. Bila harus masuk ke pasar tenaga kerja, mereka kemungkinan besar sudah kalah bersaing dengan tenaga kerja yang masih muda,” jelas Nur Hidayah, Rabu (10/02/2016).

 

Kendati demikian, Nur mengakui pihaknya belum melakukan langkah antisipasi khusus. Lantaran, data Dinas Tenaga Kerja menyebutkan belum terjadi PHK massal seperti yang disuarakan beberapa serikat buruh. Panasonic dan Toshiba saat ini masih dalam proses perundingan bipartit, belum resmi melakukan PHK.

 

“Kalau memang nantinya ada PHK massal, bisa saja kita prioritaskan untuk korban PHK,” kata Nur. []

 

Sumber:

http://www.bekasiurbancity.com/disnaker-bekasi-siapkan-program-pelatihan-dan-wirausaha-bagi-karyawan-kena-phk/

Dipublikasi di Ketenagakerjaan | Tag | Meninggalkan komentar

Satpam Kantor Pajak Dibegal di Jababeka, Motor Raib

Begal Sadis Terjadi Lagi, Kali Ini di Cikarang Utara

Jumat, 12 Februari 2016 | 10:38 WIB

 

BEGAL kembali terjadi di Cikarang, kali ini menimpa seorang petugas satuan pengamanan Kantor Pelayanan Pajak (Pajak) Pratama Cikarang.

 

Peristiwa tersebut terjadi di dekat Farmers Market, Kota Jababeka, Kamis (11/2/2016) dini hari.

 

Menurut sumber GoBekasi, korban, Jalil, tiba-tiba dipepet empat pembegal yang naik dua sepeda motor, lalu dipukul dari belakang sehingga ia terjatuh.

 

Pembegal sempat mengancam dengan celurit sehingga korban lari meminta pertolongan, namun saat itulah pembegal membawa kabur Honda Beat berpelat nomor asal wilayah Bogor.

 

Sempat muncul isu kalau tempat kejadian tersebut berada di kecamatan yang tengah jadi sorotan lantaran marak begal, Cikarang Timur. Namun, Kasi Humas Cikarang Timur, Aiptu Ibnu, menampik kalau itu berada di Cikarang Timur.

 

“Itu di Cikarang Utara, Mas. Bukan di Cikarang Timur,” jelasnya kepada GoBekasi, Jumat (12/2/2016).

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kabupaten, Inspektur Satu Makmur, juga membenarkan peristiwa tersebut terjadi di wilayah Cikarang Utara yang berbatasan langsung dengan Cikarang Timur.

 

“Iya, memang itu masuknya utara. Tapi, kita belum dapat informasi lebih lanjut,” ungkapnya. [dam/gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/02/12/begal-sadis-terjadi-lagi-kali-ini-di-cikarang-utara/

 

 

Satpam Kantor Pajak Dibegal di Jababeka, Motor Raib

Kamis, 11 Februari 2016, 23:15

 

Seorang satpam bernama Jalil Marasabessy (55) dirampok di Jalan Raya Veranda, kawasan Jababeka, Desa Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis (11/2/2016).

 

Jalil, yang bekerja di Kantor Pelayanan Pajak (KKP) Pratama Cikarang Utara, saat itu hendak pulang ke rumahnya di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, sekira pukul 04.15.

 

“Di jalan, motor saya dipepet dua motor. Ada empat orang. Salah satu orang memukul saya dari belakang. Saya jatuh,” kata Jalil kepada wartawan di Cikarang.

 

Menurut Jalil, dua dari empat pelaku membawa senjata tajam. Mereka memaksa Jalil menyerahkan motornya sembari mengacungkan senjata tajam.

 

“Saya memilih lari mencari pertolongan warga dan meninggalkan motor di lokasi,” kata Jalil.

 

Nahas, ketika ia kembali ke lokasi, motor Honda Beat bernomor F 4163 IO warna putih biru keluaran tahun 2014 itu sudah raib dibawa pelaku. Korban pun melaporkan kasus ini ke polisi.

 

Diberitakan sebelumnya, di Cikarang Timur, dalam seminggu ini, dua orang sudah menjadi korban begal yang membawa senjata tajam. Para korban pun kehilangan sepada motornya. (Res/Ezra)

 

Sumber:

http://news.klikbekasi.co/2016/02/11/satpam-kantor-pajak-dibegal-di-jababeka-motor-raib/

Dipublikasi di Krimimalitas | Tag , | Meninggalkan komentar