Pemkab Bekasi Berencana Gabung dan Pisah Beberapa Dinas

Pemkab Bekasi Berencana Gabung dan Pisah Beberapa Dinas

Kamis, 25 Agustus 2016 | 09:52 WIB

 

MENGGABUNGKAN dinas yang hampir sama fungsinya merupakan salah satu strategi perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, di Kabupaten Bekasi, perampingan justru menambah jumlah dinas baru. Berdasarkan rancangan penataan, jumlah OPD yang menelurkan dinas baru lebih banyak daripada dinas yang menggabungkan diri.

 

“Rancangan ini disusun berdasarkan skor dari hasil validasi Pemerintah Pusat melalui Kementerian-Kementerian yang membidanginya,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Sekretariat Pemkab Bekasi Cucu Sri Hartini kepada GoBekasi, Kamis (25/8/2016).

 

Terang Cucu, rancangan penataan ini harus mendapat persetujuan legislatif melalui pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Dalam rancangan penataan itu, terdapat lima OPD yang digabung menjadi tiga. Namun, terdapat juga empat OPD yang dipecah menjadi delapan kedinasan baru.

 

Jumlah dinas atau badan pun membengkak dari 30 menjadi 32 dinas/badan. Dinas yang menggabungkan diri yakni Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air, serta Dinas Bangunan.

 

Ketiganya digabung menjadi dua, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan. Kemudian Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) digabung bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan, menjadi Dinas Lingkungan Hidup.

 

Sedangkan dinas yang dipecah diantaranya, Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olah Raga yang menjadi Dinas Pariwisata serta Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga. Kemudian Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dibagi dua menjadi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dipecah menjadi Dinas Perindustrian serta Dinas Perdagangan. Kemudian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

 

Diungkapkan Cucu, perampingan OPD sudah sejak beberapa waktu lalu diinstruksikan Pemerintah Pusat. Pemerintah daerah kemudian diminta mengisi seluruh data OPD untuk menentukan skor dan tipologi OPD. “Jadi seluruh OPD diminta memberikan sejumlah data yang diminta, kemudian di-input melalui sistem di pusat,” bebernya.

 

“Data tersebut kemudian divalidasi mulai dari provinsi lalu ke Pusat dan Kementerian terkait. Jadi misalnya sektor yang berkaitan dengan pendidikan divalidasi oleh Kementerian Pendidikan, begitu juga perindustrian, kesehatan, kemudian seterusnya,” jelasnya. [cr27/gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/08/25/pemkab-bekasi-berencana-gabung-dan-pisah-beberapa-dinas/

Dipublikasi di Pemerintahan | Tag | Meninggalkan komentar

Mungkinkah Saduddin-Darip Kembali Berpasangan di Pilbup Bekasi 2017?

Mungkinkah Saduddin-Darip Kembali Berpasangan di Pilbup Bekasi 2017?

Wednesday 24 August 2016 11:12

 

Sabekasi.com, Cikarang Utara – Lama tak terdengar dalam dunia perpolitikan Kabupaten Bekasi, nama Darip Mulyana kembali mengemuka dalam kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Bekasi tahun 2017 mendatang.

 

Menurut kabar yang beredar, Darip kembali didorong menjadi calon wakil bupati untuk kembali mendampingi Sa’duddin, bakal calon Bupati yang diusung Koalisi Membangun Bekasi (KMB).

 

Isu tersebut santer bahan pembicaraan publik dalam seminggu terakhir ini. Bahkan disebut, wacana majunya Darip Mulyana dikabarkan mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra Kabupaten Bekasi yang merupakan anggota koalisi KMB.

 

Meski tak spesifik menyebutkan nama Darip Mulyana, Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bekasi, Yusup Purwanto, tak menampik bahwa partainya sudah mengusulkan dua orang figur untuk mencalonkan bupati atau wakil bupati.

 

“Kami telah mengusulkan 2 figur, salah satunya masuk dalam kepengurusan dewan penasehat Gerindra Kabupaten Bekasi dan satu lagi dari eksternal pengurus DPC Gerindra,” jelas Yusup kepada Sabekasi.com.

 

Saat ini, di kepengurusan DPC Gerindra Kabupaten Bekasi dengan ketua Heri Syamsuri, Darip Mulyana menjabat Ketua Dewan Penasehat. Posisi politik ini dianggap modal penting bagi Darip untuk kembali maju. Apalagi, perolehan suara Gerindra terbesar ketiga di Kabupaten Bekasi.

 

“Sebentar lagi kami menunggu jawaban dari DPP (soal nama yang akan diusung dalam Pilbup Bekasi 2017),” sambung Yusup Purwanto.

 

Sebelumnya, Darip Mulyana maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Sa’duddin dalam Pilbup Bekasi tahun 2007. Saat itu, pasangan yang mengambil tagline SADAR itu berhasil memegang tampuk kepemimpinan Kabupaten Bekasi setelah meraup 195.857 suara atau sebesar 25,05 persen.

 

Namun, Sa’duddin dan Darip Mulyana “bercerai” pada Pilbup tahun 2012 lalu. Sa’duddin maju bersama Jamalulail, sedangkan Darip Mulyana maju bersama Jejen Sayuti. Meski tampil sebagai calon incumbent, kedua pasangan tersebut saat itu kalah suara dari pasangan Neneng Hasanah Yasin – Rohim Mintareja.

 

Kini, situasi politik sudah berbeda, koalisi KMB punya lawan tangguh, yakni calon Incumbent Neneng Hasanah Yasin. Mungkinkah KMB mengusung Sa’duddin – Darip Mulyana untuk kembali maju berpasangan dalam Pilbup Bekasi 2017 nanti?. (Day).

 

Sumber:

http://sabekasi.com/news/detail/2/1106/Mungkinkah-Saduddin-Darip-Kembali-Berpasangan-di-Pilbup-Bekasi-2017?

Dipublikasi di Pilkada Kab. Bekasi, Politik | Tag | Meninggalkan komentar

DPP PDI Perjuangan Belum Keluarkan Rekomendasi Untuk Pilkada Kabupaten Bekasi

DPP PDI Perjuangan Belum Keluarkan Rekomendasi Untuk Pilkada Kabupaten Bekasi

Rabu, 24 Agustus 2016

 

BERITACIKARANG.COM,CIKARANG PUSAT – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman menegaskan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bersama pengurus DPP belum mengeluarkan keputusan atau rekomendasi resmi untuk Pilkada Kabupaten Bekasi.

 

“Termasuk untuk nama calon yang akan diusung serta partai yang akan diajak untuk berkoalisi, sampai saat ini DPP PDI Perjuangan masih melakukan penggodokkan secara serius,” kata dia, Rabu (24/08).

 

Ia memastikan untuk membangun Kabupaten Bekasi tidak mungkin jika PDI Perjuangan tidak bersinergi dengan partai-partai lain. “Kami pun di DPC Kabupaten Bekasi hingga saat ini masih terus melakukan komunikasi politik dengan seluruh partai yang ada untuk selanjutnya disampaikan kepada DPP sebagai bahan pertimbangan yang sesuai realita politik dan kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi Lima tahun mendatang,” kata dia.

 

Kalaupun ada pihak-pihak yang menyebarkan opini, PDI Perjuangan akan mengusung calon pada Pilkada Kabupaten Bekasi tanpa berkoalisi, itu tidak benar.

 

“Kami akan mengecek kebenaran isu itu dan siapa yang menghembuskan, karena hingga saat ini sepanjang pengetahuan kami sebagai pengurus PDI Perjuangan di Kabupaten Bekasi, DPP belum memutuskannya,” kata dia. (BC)

 

Sumber:

http://beritacikarang.com/dpp-pdi-perjuangan-belum-keluarkan-rekomendasi-untuk-pilkada-kabupaten-bekasi/

Dipublikasi di Pilkada Kab. Bekasi, Politik | Tag | Meninggalkan komentar

Obon Tabroni: Kita Sedang Mengukir Sejarah

Obon Tabroni: Kita Sedang Mengukir Sejarah

Wednesday 24 August 2016 18:05

 

Sabekasi.com, Cibitung – Penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 kini telah masuk pada tahapan verifikasi faktual dokumen syarat dukungan calon independen.

 

Dokumen tersebut akan diverifikasi oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) mulai dari 24 Agustus sampai dengan 6 September 2016.

 

Bakal calon independen, Obon Tabroni mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan ribuan relawan untuk mengawal proses verifikasi faktual. Relawan tersebut, lanjut Obon, ditugaskan untuk membantu PPS dalam melakukan verifikasi. Hal itu ia sampaikan melalui media sosial Facebook.

 

“Mulai hari ini, lebih dari 1000 orang sahabat kita bersemangat, berkeliling di seluruh Kabupaten Bekasi, karena ternyata KTP yang kita dapat ada di seluruh kecamatan, bahkan di desa-desa,” tulis Obon.

 

Obon meyakini bahwa petugas PPS bekerja dengan baik. Ia juga percaya bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Bekasi telah bersungguh-sungguh dan berintegritas dalam menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan itu.

 

“Saya yakin banget kawan-kawan bekerja profesional. Saya juga percaya KPU bekerja sesuai aturan yang ada,” tegas Obon.

 

Obon menuturkan, apa yang ia dan relawan lakukan selama ini, merupakan sejarah baru dalam pentas demokrasi masyarakat Kab. Bekasi.

 

Kehadiran calon independen, memberikan nuansa baru dalam penyelenggaraan Pilkada Bekasi 2017.

“Kita sedang mengukir sejarah,  memulai tradisi baru dalam perhelatan Pilkada di Kabupaten Bekasi,” katanya.

 

Ia mengucapkan rasa terimakasihnya atas jerih payah dan perjuangan relawan. “Makasih untuk keikhlasan dan semangatnya,” tandasnya. (Fad)

 

Sumber:

http://sabekasi.com/news/detail/2/1108/Obon-Tabroni:-Kita-Sedang-Mengukir-Sejarah

Dipublikasi di Pilkada Kab. Bekasi, Politik | Tag | Meninggalkan komentar

PAN Resmi Koalisi dengan Golkar, Dukung Neneng di Pilkada

PAN Resmi Koalisi dengan Golkar, Dukung Neneng di Pilkada

Rabu, 24 Agustus 2016 | 16:45 WIB

 

PARTAI Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bekasi akhirnya resmi melakukan koalisi dengan Golkar untuk Pilkada 2017. Dalam koalisi yang secara resmi di lakukan Selasa malam (23/8/2016) di salah satu rumah makan itu, PAN mendukung calon Golkar, Neneng Hasanah Yasin.

 

Informasi yang GoBekasi himpun, penentuan koalisi dan arah dukungan ini ditentukan PAN melalui Rapat Pleno Diperluas. Dalam berita acara yang ditandatangani para petinggi PAN itu menyatakan tiga poin kesepakatan.

 

Kesepakatan itu adalah sepakat berkoalisi antara Partai Golkar dan PAN dengan mengusung Neneng Hasanah Yasin sebagai Calon Bupati (Cabup) dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. Kemudian, Muhtadi Muntaha (Ketua DPD PAN Kabupaten Bekasi), mengundurkan diri dari pencalonan di Pilkada.

 

Sedangkan Sukardi, Kades Satriajaya, Tambun Utara yang mengikuti penjaringan DPD PAN dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan dalam pencalonan Pilkada berdasarkan hasil kajian serta penelitian tim dan verifikasi Tim Pilkada PAN Kabupaten Bekasi serta PAN Provinsi Jawa Barat.

 

“Betul tadi malam sudah ada Rapat Pleno Diperluas yang dihadiri DPD dan DPW PAN. Sudah ambil keputusan secara pasti bahwa kita berkoalisi dengan Golkar. Ini sudah 100 persen keputusannya,” ujar Komarudin Ibnu Mikam, Ketua Bappilu DPD PAN Kabupaten Bekasi kepada GoBekasi, Rabu (24/8/2016).

 

Terang Komar yang dihubungi GoBekasi melalui ponselnya, PAN dalam koalisi adalah sebagai partai pendukung dan tidak mengajukan calon untuk berpasangan dengan Neneng Hasanah Yasin. “Kita tidak mengajukan untuk calon wakil bupati. Soal itu diserahkan sepenuhnya kepada Ibu Neneng Hasanah Yasin,” terangnya.

 

Jelas Komar, PAN menyepakati koalisi dengan Golkar ini disebabkan beberapa faktor. “Kita melihat ini berdasarkan hasil survei-survei berbagai lembaga. Seperti tingkat popularitas dan elektabilitas Bu Neneng itu bagus bedasarkan survei itu. Kemudian pertimbangan DPW, Bu Neneng ini cukup bagus untuk membawa harapan Kabupaten Bekasi lebih baik lagi,” jelasnya. [cr27/gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/08/24/pan-resmi-koalisi-dengan-golkar-dukung-neneng-di-pilkada/

Dipublikasi di Politik, Pilkada Kab. Bekasi | Tag | Meninggalkan komentar

Tawuran, Pelajar SMK Cikarang Kena Bacok

Tawuran, Pelajar SMK Cikarang Kena Bacok

Selasa, 23 Agustus 2016 | 13:48 WIB

 

PERKELAHIAN antar pelajar di Kabupaten Bekasi masih saja terjadi. Kali ini, yang menjadi korban adalah siswa SMK Karya Nusantara. Siswa bernama M Rizki (16) menderita luka bacok di bagian kepala sebelah kiri.

 

Peristiwa perkelahian ini terjadi pada Senin (22/8) sekitar pukul 07.30. saat itu, Riszki bersama teman-temannya hendak berangkat sekolah menggunakan bus di Jalan Raya Imam Bonjol, Kampung Bojongkoneng, Desa Telagamurni, Cikarang Barat.

 

Ketika sudah di dalam bus, tiba-tiba bus tersebut dihadang oleh sejumlah pelajar yang diduga berasal dari SMKN 1 Cikarang Barat. Pelajar itu melakukan sweeping di dalam bus.

 

Rizki bersama teman-temannya keluar dari bus hingga terjadi tawuran antar pelajar di jalanan. Tiba-tiba, tanpa disadari Rizki sudah terkena sabetan senjata tajam di bagian kepala sebelah kiri. Ia menderita luka bacok di bagian kepala, lecet di pelipis kanan dan telapak tangan kiri.

 

“Mereka masuk ke dalam mobil, dan men-sweeping pelajar yang di dalam, kita keluar dan sempat terjadi tawuran, tapi Rizki kena bacok di bagian kepala sebelah kiri, luka lecet di bagian pelipis kanan telapak tangan kiri,” kata Ahmad Ramadhan, salah satu teman Rizki.

 

Setelah melukai salah seorang pelajar, sejumlah pelajar lainnya melarikan diri. Sementara Rizki dibawa teman-temannya ke Rumah Sakit Karya Medika I untuk mendapat perawatan karena lukanya cukup serius.

 

“Kita bawa ke rumah sakit dan dirawat di sana, tapi sudah diobatin dan sore tadi sudah pulang,” kata Ahmad.

 

Sementara itu, Wakil Kepala SMK Bina Pendidikan, yang merupakan satu sekolah dengan SMK Karya Nusantara, Chusnul, menyesalkan terjadinya tawuran hingga anak didiknya mengalami luka serius. Menurutnya, aksi tawuran tersebut sudah seringkali terjadi.

 

“Padahal mereka ini (siswa) kedua SMK berteman bahkan ada yang satu komunitas musik atau lainnya tapi anehnya kalau pakai baju seragam jadi musuhan dan SMK kita memang sering dicegat mau pulang atau pergi sekolah,” katanya.

 

“Kalau swasta kan muridnya sedikit, makanya kita berharap pihak SMK lain siswanya tidak menyerang anak sekolah kami, atau kalau perlu jam pulang dan berangkat tidak disamakan supaya tidak bentrok,” tambahnya. (dho/rbs/gob)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/08/23/tawuran-pelajar-smk-cikarang-kena-bacok/

Dipublikasi di Pendidikan, Sosial | Tag | Meninggalkan komentar

Anaknya Tidak diterima di Sekolah Negeri, Warga Sumberjaya Datangi SMAN 4 Tambun Selatan

Anaknya Tidak diterima di Sekolah Negeri, Warga Sumberjaya Datangi SMAN 4 Tambun Selatan

Selasa, 23 Agustus 2016

 

BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN – Kantor SMAN 4 Tambun Selatan didatangi sejumlah warga Desa Sumberjaya, Selasa (23/08). Mereka meminta agar anak-anaknya dapat masuk di sekolah negeri yang berada di Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan itu.

 

“Jadi sebelumnya antara pihak Desa, pihak sekolah dan pihak komite sudah sepakat jika sekolah ini  (SMAN 4 Tambun Selatan – red) akan menerima tambahan siswa sebanyak 114 orang anak yang berasal dari Desa Sumberjaya,” kata Idham Kholik, salah seorang perwakilan warga.

 

Hanya saja, kata dia, pada saat penerimaan ada temuan sejumlah siswa dari luar desa yang diterima, sehingga ada 6 orang anak yang berasal dari Desa Sumberjaya tidak diterima.

 

Wakil Kepala SMAN 4 Tambun Selatan, Triswanto saat menemui warga menyatakan pihaknya sudah berusaha mengakomodir sebanyak 114 anak Desa Sumberjaya. Karena keterbatasan ruang KBM, pihaknya terpaksa tidak bisa menerima tambahan murid lagi. Apalagi, banyak yang mengajukan murid baru dari luar Desa Sumberjaya.

 

“Kami akan mencoba mengakomodir keinginan warga untuk menerima ke 6 orang anak dari Desa Sumberjaya yang belum diterima masuk di SMAN 4 Tambun Selatan itu,” kata dia.

 

Hanya saja, pihaknya akan membicarakannya terlebih dahulu permasalahan ini dengan pihak internal sekolah maupun Dinas Pendidikan. “Kami hanya meminta kepada mereka, setelah ke-6 anak ini diterima, jangan sampai ada lagi yang memaksakan masuk kembali ke SMAN 4 Tambun Selatan,” ucapnya.

 

Pasalnya, lanjut dia, saat ini masing-masing kelas di SMAN 4 Tambun Selatan, sudah ditempati 50 anak. Jumlah itu sudah melewati batas rasio belajar yang ideal yaitu 40 anak per kelas. “Apalagi, kami juga sudah menggunakan lab sebagai kelas, sehingga kami justru kasihan pada anak-anaknya nanti,” tuturnya. (BC)

 

Sumber:

http://beritacikarang.com/anaknya-tidak-diterima-di-sekolah-negeri-warga-sumberjaya-datangi-sman-4-tambun-selatan/

Dipublikasi di Pendidikan | Tag | Meninggalkan komentar