Kebakaran PT Mandom, Polisi Usut Dugaan Kelalaian

Kebakaran PT Mandom, Polisi Usut Dugaan Kelalaian

Cetak | 14 Juli 2015 105 dibaca 0 komentar

JAKARTA, KOMPAS — Polisi masih mengusut kebakaran di PT Mandom Indonesia Tbk, Bekasi. Jika ditemukan unsur kelalaian dalam peristiwa yang menewaskan 6 orang dan lebih dari 50 orang luka itu, polisi akan melanjutkan ke tingkat penyidikan.

“Jika ada unsur kelalaian yang menyebabkan kebakaran, kami akan melakukan proses penyidikan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal di Jakarta, Senin (13/7).

Kebakaran yang terjadi pada Jumat (10/7) sekitar pukul 09.18 di PT Mandom itu mengakibatkan lima orang tewas seketika. Tambahan korban lagi, yakni Febriyani (21), yang meninggal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina karena luka bakar. Adapun 52 orang yang mengalami luka bakar masih dirawat di 10 rumah sakit. Hingga kini, Iqbal mengatakan, penyebab kebakaran belum bisa dipastikan.

Dalam jumpa pers pada Minggu (12/7), Presiden Direktur PT Mandom Indonesia Tbk Muhammad Makmun Arsyad mengatakan, kebakaran itu terjadi di lokasi pengisian produk aerosol yang menggunakan gas. Terkait adanya dugaan kelalaian mengenai pintu darurat yang tidak berfungsi dengan baik, Direktur Produksi PT Mandom Indonesia Tugiyono mengatakan, pintu darurat berfungsi dengan normal. Perusahaan juga sudah memiliki alat pemadam ringan dan kamera pemantau (CCTV) sesuai dengan prosedur.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar dr Musyafak memastikan, Tim Penyidik Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda sudah mengambil sampel asam deoksiribonukleat (DNA) pembanding dari pihak keluarga korban yang tewas.

“Sampel DNA sudah kami kirim kemarin siang ke laboratorium DNA Pusdokes Polri. Hari ini pasti sudah dilaksanakan pemeriksaan. Dalam tiga hari sudah ada hasil sehingga secara fisik kita akan tahu persis identitas korban yang meninggal secara ilmiah,” tutur Musyafak.

Berdasarkan laporan pihak keluarga yang kehilangan, Musyafak mengungkapkan, lima nama karyawan yang diduga menjadi korban tewas dalam ledakan di pabrik PT Mandom Indonesia Tbk adalah Rosiana (22), Maita (21), Viola (20), Nurhasanah (25), dan Muhammad Nasori (21).

“Yang tewas memang berjenis kelamin empat perempuan dan satu laki-laki,” kata Musyafak.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Komisaris Besar Ricky Naldo Chairul menambahkan, polisi sudah memeriksa lima saksi terkait ledakan di PT Mandom. Kebanyakan saksi masih berasal dari karyawan. Polisi menunggu hasil penyelidikan Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk mengetahui penyebab ledakan yang berujung pada kebakaran hebat tersebut.

Corporate Secretary PT Mandom Indonesia Tbk Alia Dewi mengatakan, perusahaan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi karyawan yang luka. Sementara keluarga karyawan yang meninggal diberikan santunan pemakaman Rp 10 juta dan santunan lain berdasarkan lama kerja.

Menurut Alia, PT Mandom Indonesia Tbk memiliki dua pabrik di kawasan industri MM2100. Pabrik pertama yang terbakar ada di Jalan Irian, dan hingga kini belum dapat beroperasi sampai ada keputusan kepolisian.

15 rumah terbakar

Kebakaran melanda permukiman warga di RT 005 RW 006 Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin malam. Sebanyak 15 rumah hangus terbakar. Kepala Seksi Operasional Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat Muchtar Zakaria mengatakan, informasi kebakaran diperoleh pihaknya sekitar pukul 18.00.

“Petugas dan 22 mobil pemadam kami luncurkan ke lokasi. Sekitar pukul 18.50, api sudah dipadamkan,” kata Muchtar. Penyebab kebakaran belum diketahui. (RTS/RAY/ILO/ART)

Sumber: KOMPAS CETAK

Dipublikasi di Dunia Usaha, Ketenagakerjaan, Lingkungan | Tag | Meninggalkan komentar

APINDO Kabupaten Bekasi Mudik Gratis Dengan KA

APINDO Kabupaten Bekasi Mudik Gratis Dengan KA

Senin, 13/07/2015 14:34 WIB

CIKARANG_DAKTACOM: Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi menyiapakan mudik gratis dengan menggunakan transportasi kereta api.

“Tiket sudah dibeli perusahaan sejak Februari lalu” kata Bendahara APINDO Kabupaten Bekasi, Nicolause Fauzi.

Dijelaskan,  banyaknya pengusaha di kabupaten Bekasi yang melaksanakan mudik gratis, sebagai bukti jika pengusaha benar-benar mematuhi himbauan mudik gratis dari kementerian Tenaga Kerja maupun pemerintah daerah.

“Ada beberapa pengusaha yang menyiapkan angkutan mudik gratis bagi karyawannya agar bisa aman dan nyaman pergi ke kampung halamannya” ujarnya.

Bagi APINDO katanya, pemilihan angkutan kereta api karena dinilai lebih memberikan kenyamanan bagi para karyawannya serta tepat waktu sampai tujuan.

Nico menambahkan, memberikan transportasi mudik dengan menggunakan kereta api di yang dilakukan oleh pengusaha terhadap karyawannya pada tahun mendatang diprediksi akan lebih banyak lagi, oleh sebab itu pihaknya berharap supaya angkutan massal seperti kereta api bisa ditambah.

Selain itu, bagi karyawan yang akan mudik juga tidak perlu naik dari stasiun senen, tetapi stasiun cikarang bisa digunakan sebagai tempat naik turunnya penumpang.

Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Imran Nasution

Sumber:

http://dakta.com/news/1934/apindo-kabupaten-bekasi-mudig-gratis-dengan-ka

Dipublikasi di Ketenagakerjaan | Tag | Meninggalkan komentar

31 Wanita Malam dan 7 Hidung Belang Terjaring Oprasi

31 Wanita Malam dan 7 Hidung Belang Terjaring Oprasi

By admin –

13 Juli 2015

Tahtabekasi.com-Polresta Bekasi dan Polsek Cikarang Barat kembali menggelar Operasi Cipta Kondisi pada Sabtu hingga Minggu subuh. Operasi langsung dipimpin Kapolresta Bekasi dengan kekuatan 267 personel.

Sasaran Ops Cipta Kondisi antara lain, curat, curas, curanmor, premanisme, petasan, tawuran warga, sweeping ormas, miras dan lainnya.

Dari hasil operasi tersebut berhasul diamankan 335 botol miras berbagai merk, 15 kantong miras oplosan dari penjual atas nama Fery dan Anton.

“Kita amankan juga 3 preman. 2 orang dibina dan 1 orang  lainnya ditahan terkait pasal 170 KUHP,” ungkap Kapolresta Bekasi Komisaris Besar Rickynaldo Chaerul, Minggu (12/7).

Selain itu 31 orang perempuan malam bersama 7 orang laki-laki diduga hidung belang diamankan. Kendaraan roda dua (R2) juga tidak luput dari sasaran, 2 kendaraan tanpa surat-surat berhasil ditahan. Petasan yang berhasil disita yaitu 8 pak jenis korek, 1,5 pak jenis roket, 1 dus jenis jangkrik.

Operasi Cipta Kondisi juga menargetkan kegiatan Sahur on the Road (SoTR), sweeping ormas dan balapan liar, hasil yang didapat nihil. (Ers)

Sumber:

http://tahtabekasi.com/31-wanita-malam-dan-7-hidung-belang-terjaring-oprasi/

Dipublikasi di Sosial | Tag | Meninggalkan komentar

Inafis Polri Identifikasi TKP Kebakaran PT Mandom

Inafis Polri Identifikasi TKP Kebakaran PT Mandom

Senin, 13 Juli 2015 | 16:48

TIM Indonesia Automatic Finger System (Inafis) Mabes Polri mengidentifikasi tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran PT Mandom Indonesia di Jalan Irian VIII, blok PP, Kawasan MM 2100, Cikarang Barat.

Dikawal Satuan Reskrim Polresta Bekasi, identifikasi dilakukan sejak pukul 13.30WIB dengan fokus tempat terjadinya kebakaran dengan dugaan awal kebocoran saluran gas bawah tanah.

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Iptu Makmur mengatakan, sebanyak 4 orang tim Inafis di bawah pimpinan Komisaris Murcolis.

“Tim mencari penyebab kebakaran dengan berbagai metode dan untuk sementara masih menyisir tempat kejadian perkara,” ungkapnya kepada GoBekasi.co.id, Senin (13/7).

Metode yang digunakan meliputi pencarian bekas sidik jari di sekitar TKP. Para wartawan yang meliput tidak diperkenankan masuk dan untuk sementara masih menunggu keterangan dari Tim Inafis Mabes Polri.

Sementara korban meninggal dalam kebakaran PT Mandom Indonesia dari lima bertambah satu yaitu, Febriyani Kemari. Febriyani meninggal saat perawatan luka bakar 50 persen di RS Hermina Cilincing, Jakarta Utara. Sedangkan jumlah korban yang dirawat karena luka bakar berjumlah 46 orang, tersebar di RS Permata Grand Wisata, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, RS Hermina, RSPP dan RSPAD. (dam)

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2015/07/13/inafis-polri-identifikasi-tkp-kebakaran-pt-mandom/

Dipublikasi di Dunia Usaha, Ketenagakerjaan, Lingkungan | Tag | Meninggalkan komentar

Korban Tewas Bertambah Jadi 6 Orang

Korban Tewas Bertambah Jadi 6 Orang

Cetak | 13 Juli 2015 45 dibaca 0 komentar

JAKARTA, KOMPAS — Korban tewas akibat kebakaran di pabrik milik PT Mandom Indonesia Tbk di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bertambah, Minggu (12/7). Satu korban yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, tidak dapat diselamatkan karena lukanya terlalu parah.

Korban terakhir tersebut bernama Febriyani (21) yang meninggal di RS Pusat Pertamina, Minggu pagi. “Luka bakar korban lebih dari 50 persen,” ujar Arif Kurniawan, Ketua Tim Reaksi Cepat PT Mandom Indonesia Tbk, dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu sore.

Menurut Arif, hingga kini masih terdapat 52 pekerja yang mengalami luka-luka dan dirawat di 10 rumah sakit, yakni di Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta (20 orang), RS Pusat Pertamina (6 orang), RSPAD Gatot Subroto (5 orang), RS Hermina Grand Wisata Tambun (5 orang), RS Permata Bekasi (4 orang), RS Mayapada Lebak Bulus (4 orang), RS Premier Bintaro (3 orang), RS Mitra Keluarga Bekasi Timur (2 orang), RS Mitra Keluarga Bekasi Barat (2 orang), dan RS Fatmawati (1 orang). Sebelumnya, korban luka mencapai 57 pekerja.

Dalam jumpa pers yang sama, Presiden Direktur PT Mandom Indonesia Tbk Muhammad Makmun Arsyad memastikan ledakan yang terjadi pada Jumat (10/7) pukul 09.18 itu terjadi di lokasi pengisian produk aerosol yang menggunakan gas. Dalam ruangan itu terdapat 68 orang yang sedang bekerja.

“Namun, saat ini penyebab pasti dari ledakan belum dapat dipastikan dan sedang dalam penyelidikan pihak yang berwenang,” kata Makmun.

Makmun juga menegaskan kembali bahwa perusahaan akan menanggung seluruh biaya perawatan para korban luka dan memberikan santunan kematian bagi korban yang meninggal. “Untuk jumlah kerugian akibat kebakaran, sampai sekarang kami belum menghitungnya karena prioritas kami saat ini adalah perawatan bagi pekerja,” ucap Makmun.

Makmun menambahkan, perusahaannya bakal kooperatif dengan polisi untuk pengusutan kasus kebakaran tersebut. “Kami akan kooperatif, apa pun yang dibutuhkan oleh polisi untuk kepentingan penyelidikan akan kami bantu,” ujarnya.

Sampel DNA

Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Komisaris Besar Ricky Naldo Chairul mengatakan, hingga Minggu, sudah ada lima orang yang melaporkan kehilangan anggota keluarga mereka yang bekerja di PT Mandom Indonesia Tbk sejak kebakaran terjadi. Polisi pun mengambil sampel asam deoksiribonukleat (DNA) anggota keluarga tersebut untuk dicocokkan dengan DNA pegawai Mandom yang tewas terbakar.

Sejauh ini, lima korban tewas tersebut baru dapat diketahui jenis kelaminnya, yakni 4 perempuan dan 1 laki-laki. “Namun, untuk identitas sampai sekarang belum bisa diketahui karena kondisi tubuh sudah hancur, termasuk gigi. Jadi hanya bisa dengan tes DNA,” kata Ricky.

Terkait penyebab ledakan,    Ricky mengatakan, polisi masih mendalami asal ledakan yang menghanguskan ruangan tersebut dengan cepat. (ILO/RAY)

Sumber: KOMPAS Cetak

Dipublikasi di Dunia Usaha, Ketenagakerjaan, Lingkungan | Tag | Meninggalkan komentar

Kebakaran di Pabrik Kosmetik Ada Unsur Kelalaian Manusia

Kebakaran di Pabrik Kosmetik Ada Unsur Kelalaian Manusia

Jumat, 10 Juli 2015 — 18:33 WIB

BEKASI (Pos Kota)- Hasil pemeriksaan awal kebakaran pabrik kosmetik PT Mandom Indonesia, yang menewaskan lima orang telah diketahui. Amukan api yang juga melukai 36 orang ini terjadi karena pintu darurat tidak berfungsi dengan baik.

”Pintu darutatnya tidak berfungsi dengan baik, menyebabkan korban tewas dan luka bakar mencapai puluhan,” ujar Kompol Lintar, Kapolsek Cikarang Barat, Jumat (10/7).

Menurut dia, perusahaan harus bertanggungjawab karena saat dicek meskinya saat ledakan disertai kebakaran, pintu ruang paking yang ada di sebelah utara berfungsi dengan baik, “Tapi nyatanya tidak, menyebabkan hawa panas menyebar ke seluruh ruangan,” ujar Kapolsek.

Namun menurut dia, untuk lebih detailnya biar nanti unit forensik meninjau lokasi dan melakukan pengecekan, “Saat ini yang dilakukan adalah perawatan terhadap korban yang menedeirta luka bakar,” jelas Kapolsek.

Evakuasi terhadap korban yang dirujuk ke RSCM Jakarta, dilakukan secara estafet. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, yang memimpin evakuasi itu melibatkan 20 ambulan dari sejumlah rumah sakit dan Pusdokkes Polda Metro Jaya.

TANGGUNG JAWAB

Sementara itu, Jayadi, manager Marketing PT Mandom Indonesia, kepada Pos Kota mengatakan pihaknya bertanggungjawab penuh dengan perawatan para korban, “Saat ini kami membentuk tiga tim. Tim pertama bertugas di RS Hermina Grand Wisata, Tim kedua di RSCM Jakarta dan tim ketiga di kantor,’ ujar Jayadi, sambil mengatakan keluarga korban pun akan dihubungi terutama yang berada kampung.

“Ada beberapa korban tewas dan ini perlu keterangan dari keluarga korban karena kondisinya tidak mungkin diintifikasikan dari raut dan bentuk wajah,” tandas Jayadi. (saban)

Sumber:

http://poskotanews.com/2015/07/10/kebakaran-di-pabrik-kosmetik-ada-unsur-kelalaian-manusia/

Dipublikasi di Dunia Usaha, Ketenagakerjaan, Lingkungan | Tag | Meninggalkan komentar

Belasan Pekerja Seks dan Ratusan Botol Miras Terjaring Ops Pekat Cikarang Selatan

Belasan Pekerja Seks dan Ratusan Botol Miras Terjaring Ops Pekat Cikarang Selatan

Minggu, 12 Juli 2015 | 11:32

SEBANYAK 11 orang wanita pekerja seks komersial (PSK) dan 150 botol minuman keras yang terdiri dari 4 krat bir hitam dan 4 krat bir putih berhasil diamankan Polsek Cikarang Selatan pada operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan ke wilayah Tegal Danas dan Pasirkonci, Cikarang Selatan.

“Ya, kita lakukan Operasi Pekat di wilayah hukum Cikarang Selatan dan kita mendapati tadi ada beberapa PSK dan minuman keras berhasil kita amankan. Giat ini dilakukan untuk menghentikan kegiatan yang menodai kesucian bulan Ramadhan dan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat,” ungkap Kapolsek Cikarang Selatan Komisaris Ardi Rahananto Minggu (12/7) dini hari.

Para PSK akan dibawa ke Dinas Sosial guna menjalan pembinaan sementara ratusan botol minuman keras disita Polsek Cikarang Selatan. Kapolsek berharap dengan ini para pelaku praktek yang sama bisa mengurungkan niatnya karena bagaimanapun walau tersisa lima hari, namun bulan Ramadhan belum usai. (dam)

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2015/07/12/belasan-pekerja-seks-dan-ratusan-botol-miras-terjaring-ops-pekat-cikarang-selatan/

Dipublikasi di Sosial | Tag | Meninggalkan komentar