Bejat! Guru SDN Hegarmanah 02 Perkosa Murid

Bejat! Guru SDN Hegarmanah 02 Perkosa Murid

Jumat, 24 Februari 2017 | 14:20 WIB

Cikarang

 

SEORANG bocah perempuan kelas VI SD berinisial T atau Mawar, dari Hegarmukti, Cikarang Pusat, dilaporkan menjadi korban pemerkosaan oleh seorang guru pelajaran bahasa Sunda di SD negeri bilangan Cikarang Pusat bernama Subandi pada tanggal 4 Februari 2017 pukul 19.30 WIB lalu.

 

Tim pendamping korban menyebutkan, pada hari nahas itu korban disuruh neneknya membeli cairan losion anti nyamuk di toko tersangka yang berada di seberang rumah korban. Korban yang ketakutan dipaksa menuruti nafsu bejat tersangka.

 

“Ketika korban pulang kondisinya menjadi murung dan selalu menangis ketika ditanya ibu korban. Setelah didesak korban mengakui bahwa dia sudah diperkosa oleh gurunya sendiri yakni Pak Subandi. Pelaku merupakan guru pelajaran bahasa Sunda di SD Hegar Manah 02” terang tim pendamping.

 

“Patut disayangkan, sebagai seorang pendidik yang seharusnya mengajarkan moral dan akhlak yang baik malah sebaliknya mengumbar nafsu bejatnya. Keluarga korban berupayauntuk pelaku dapat diseret ke meja hijau untuk dipenjarakan,” sambungnya.

 

Korban mengakui disetubuhi pelaku. Korban pun dengan sadar didampingi ibunya dan tim melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi pada 13 Februari 2017.

 

Lanjut tim pendamping, kerugian materiil dan rusaknya masa depan anak tidak dapat di nilai dengan uang, yang sempat ditawarkan pelaku kepada ibu korban sebagai ganti rugi. Sebagai orang yang berkecukupan secara materi, pelaku menganggap bahwa kasus ini tidak perlu dilanjutkan dan akan diberikan uang berapap un sesuai permintaan keluarga korban jika bersedia. (gob)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2017/02/24/bejat-guru-sdn-hegarmanah-02-perkosa-murid/

Dipublikasi di Krimimalitas, Pendidikan | Tag , | Meninggalkan komentar

Bawaslu : Kabupaten Bekasi Raih Predikat Tingkat Partisipasi Pemilih Terendah Se Jawa Barat

Bawaslu : Kabupaten Bekasi Raih Predikat Tingkat Partisipasi Pemilih Terendah Se Jawa Barat

24/02/2017 admin Berita, Politik Leave a comment

 

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Dari Tiga Kabupaten dan Kota yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, Kabupaten Bekasi meraih predikat sebagai daerah yang tingkat partisipasinya paling rendah. Demikian disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bekasi, Herminus Koto.

 

“Dari tiga Kabupaten dan Kota yang melaksanakan Pilkada serentak 2017, Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang partisipasi pemilihnya paling rendah dibandingkan Kota Cimahi dan Kota Tasikmalaya,” kata Herminus Koto.

 

Menurut dia, ada banyak faktor yang mempengaruhi hal itu dan perlu dianalisis secara mendetail agar bisa ditanggulangi. Harapannya tentu saja agar kedepannya, masyarakat benar-benar turut serta dalam Pemilihan Kepala Daerah.

 

“Apakah masyarakat itu setuju pada seluruh pasangan calon?  Kemudian apakah masyarakat yang tidak berpartisipasi itu, karena belum terakomodir dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) atau apa? Ini perlu dianalisis,” ungkapnya.

 

Herminus menegaskan Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk meneliti hal itu. Beberapa analisis yang didapatkan, merupakan hasil temuan sesuai data yang diperoleh. Meskipun, secara khusus hal itu tidak masuk pada tugas dan fungsi pengawas.

 

“Yang penting bagi Bawaslu adalah agar seluruh pemilih menggunakan suara sesuai dengan mekanisme, suaranya sah dan agar satu orang pemilih tidak menggunakan suaranya berkali-kali. Itulah yang kita awasi,” kata Herminus.

 

Ia pun memastikan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh unsur masyarakat yang ada. Dari mulai unsur pemuda, ulama, pelajar, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan lain sebagainya.

 

Informasi yang BERITACIKARANG.COM himpun, 1.184.250 warga atau 61 persen jumlah pemilih menggunakan hak pilihnya di Pilkada 2017 ini. Dibanding Pilkada sebelumnya, yakni pada tahun 2012 hanya 51 persen, sehingga jumlah partisipan kali ini meningkat. Meski begitu, jumlah partisipan tidak memenuhi target yakni 77,5 persen. (BC)

 

Sumber:

http://beritacikarang.com/bawaslu-kabupaten-bekasi-raih-predikat-tingkat-partisipasi-pemilih-terendah-se-jawa-barat/

Dipublikasi di Pilkada Kab. Bekasi | Tag , | Meninggalkan komentar

Keluarga Korban Musibah Crane Asal Bekasi Tagih Janji Raja Arab

Keluarga Korban Musibah Crane Asal Bekasi Tagih Janji Raja Arab

Senin, 27 Februari 2017 | 09:34 WIB

 

KELUARGA korban musbah crane Mekkah menagih janji Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan uang santuan sebesar 1 juta riyal atau Rp3,8 miliar. Sebab hampir 2 tahun berselang dari peristiwa tragis itu, mereka belum mendapat uang santunan yang dijanjikan.

 

“Sampai sekarang kami belum mendapat uang yang dijanjikan oleh Pemerintah Arab Saudi,” ujar Zaenab (75) ibu kandung, Ferry Mualidin (36).

 

Ferry merupakan 1 dari 8 jemaah haji asal Jawa Barat yang tewas saat melempar jumroh di Mina, Arab Saudi pada Jumat, 11 September 2015 lalu. Kematian Ferry mengejutkan banyak pihak, karena mereka tidak menyangka Ferry pergi begitu cepat. Apalagi Ferry ke Mina guna melaksanakan rukun Islam ke lima, ibadah haji.

 

Atas kejadian itu, Pemerintah Arab menyatakan bakal memberi uang santuan bagi keluarga korban. Untuk korban meninggal dunia akan diberikan uang sebesar 1 juta riyal atau Rp 3,8 miliar, sementara untuk cacat fisik tetap sebesar 500.000 riyal atau Rp1,9 miliar.

 

Tidak hanya itu, pihak keluarga yang ditinggalkan juga dikasih jatah pergi melaksanakan ibadah haji sebanyak 2 orang. Zaenab sangat menanti janji dari Pemerintah Arab Saudi, soalnya jatah kursi 2 orang itu akan dimanfaatkan untuk berziarah ke makam Ferry.

 

“Terutama istrinya, Linda Marlinda (38), dia ingin sekali berziarah ke makam suaminya di sana,” kata dia saat ditemui di rumahnya, Jalan Kahuripan Blok E3/40 No. 15 RT 07/06B, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

 

Zaenab berharap kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz ke Indonesia pada Rabu (1/3/2017) nanti bisa memberikan kejelasan. Dia juga meminta kepada Pemerintah Indonesia, untuk mengingatkan janji yang dinyatakan oleh Pemerintah Arab Saudi soal uang santunan itu. Hingga saat ini, keluarga belum mendapat kejelasan apakah mereka bakal menerima uang santunan atau tidak.

 

Menurutnya, pada tahun 2016 lalu keluarga sempat mendatangi kantor Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi untuk menanyakan bantuan tersebut. Namun pihak penyelenggara ibadah haji di sana belum mendapat informasi resmi dari pemerintah pusat dan Arab Saudi.

 

“Tolong beritahu kami kepastiannya bagaimana? Apakah diberikan uang santunan atau tidak?,” keluh dia. “Kalau uangnya tidak ada, katakan saja tidak,” sambung dia.

 

Zaenab mengaku, belum memiliki rencana besar untuk menggunakan uang santunan itu bila saja cair dari Pemerintah Arab Saudi. Tapi yang jelas, uang itu akan digunakan untuk menghidupi istri dan putri kecil Ferry bernama Zia Aisyah Sabillah (2).

 

Selama ditinggal mati Ferry, kata Zaenab, Linda menghidupi keluarganya dengan mengandalkan uang santuan dari tempat Ferry bekerja, PT Freeport Indonesia. Meski dia tak ingat nominal uang santunan itu, namun dia yakin uang itu tidak selalu bisa diandalkan.

 

“Peristiwa itu sudah dua tahun berjalan, kemungkinan uangnya juga sudah berkurang,” kata dia. (gob)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2017/02/27/keluarga-korban-musibah-crane-asal-bekasi-tagih-janji-raja-arab/

Dipublikasi di Sosial | Tag , | Meninggalkan komentar

Rapat Pleno KPU Selesai, Ini Hasil Final Pilkada Kabupaten Bekasi 2017

Real Count KPU: Ini Perolehan Akhir Suara Lima Paslon Pilbup Bekasi

Sunday 19 February 2017 18:37

 

Sabekasi.com, Kedungwaringin – Real count hasil perhitungan cepat Pilkada Kabupaten Bekasi yang dilaksanakan oleh KPU dengan basis data form C1 telah usai, Minggu sore (19/2).  Pelaksanaan real count ini dilaksanakan di situs pilkada2017.kpu.go.id/hasil.

 

Berdasarkan Real Count tersebut, pasangan nomor urut 5 Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja unggul dengan presentase sebesar 39,83% atau mendapatkan 471.483 suara. Sedangkan posisi kedua adalah pasangan nomor urut 2 Sa’duddin-Ahmad Dhani dengan presentase sebesar 26,12% atau mendapatkan 309.205 suara.

 

Sedangkan posisi ketiga adalah pasangan nomor urut 3 Obon Tabroni-Bambang Sumayono dengan presentase sebesar 17,57% atau mendapatkan 207.940 suara. Posisi keempat adalah pasangan nomor urut 1 Meilina Kartika Kadir-Abdul Kholik dengan presentase sebesar 9,60% atau mendapatkan 113.664 suara.  Posisi kelima adalah pasangan nomor urut 4 Iin Farihin-KH Mahmud dengan presentase sebesar 6,88% atau mendapatkan 81.496 suara.

 

Dari sebaran suara di 23 kecamatan, Pasangan Neneng Yes unggul di 20 kecamatan. Sedangkan untuk Kecamatan Babelan, Tambun Selatan, dan Tambun Utara perolehan suara tertinggi dipegang oleh Pasangan SAH.

 

Sementara itu, tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Kabupaten Bekasi yang digelar Rabu, 15 Februari 2017 itu hanya sebesar 60,9%. Dari 1.990.657 total pemilih, hanya 1.213.159 orang yang menggunakan hak pilihnya. Artinya ada sekitar 39,1% atau sebanyak 777.498 orang yang tidak menggunakan hak pilihnya. (Sab)

 

Sumber:

http://sabekasi.com/news/detail/2/1856/Real-Count-KPU:-Ini-Perolehan-Akhir-Suara-Lima-Paslon-Pilbup-Bekasi

 

 

Rapat Pleno KPU Selesai, Ini Hasil Final Pilkada Kabupaten Bekasi

Kamis, 23 Februari 2017 | 20:50 WIB

 

KOMISI Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Bekasi, menetapkan pasangan calon (paslon) Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja menang dalam Pilkada. Pasangan nomor urut 5 tersebut memperoleh suara hingga 471.585 atau 39,82 persen.

 

Kemudian di bawahnya, pasangan nomor 2, Sa’duddin – Dhani mendapatkan suara sebesar 309.410 atau 26,13 persen, pasangan nomor 3 Obon Tabroni – Bambang Sumaryono mendapatkan 208.223 atau 17,58 persen.

 

Sedangkan pasangan nomor urut 1, Meiliana Kartika Kadir-Abdul Kholik mendapatkan suara sebesar 113.596 atau 9,59 persen, diurutan paling dasar pasangan Iin Farihin-Mahmud mendapatkan suara sebesar 81.436 atau 6,88 persen,

 

“Tepat pukul 18:00 WIB, KPUD Kabupaten Bekasi telah merampungkan rekapitulasi dan pleno terbuka, jumlah partisipasi pemilih saat ini sebesar 1.184.250 orang,” kata Ketua KPUD, Kabupaten Bekasi, Idham Holik, Kamis, (23/2/2017)

 

Berkaitan dengan protes dari tim saksi nomor urur 2, dari hasil penghitungan pada rekapitulasi suara yang disebutkan oleh masing-masing Pengawas Pemilihan Kecamatan (PPK). Idham menyebut bahwa hal tersebut adalah hak politik masing-asing saksi paslon.

 

“Dalam proses rekapitulasi kami harus menghormati sikap politik proses gugatan atau perselisihan calon. Dan itu merupakan hak politik mereka dan sudah kami sampaikan sebelumnya,” kata dia.

 

Lanjut Idham, masalah yang diprotes tim saksi dari paslon SAH terkait pembukaan kotak suara oleh PPK merupakan hasil koreksi data pemilih. Bukan dibuka perolehan suara.

 

“Ini hal yang biasa, yang dikoreksi data pemilih saja oleh Panwaslu karena ada kekeliruan KPPS. Jadi bukan hal yang besar, dan kita tidak menemukan informasi form yang tertulis dengan pensil, semuanya sudah dirembukan bersama Panwascam, dan Panwaslu,” tandas dia.

 

Pada Pilkada Kabupaten Bekasi tahun ini, tercatat 1.974.831 warga yang terdaftar sebagai pemilih. Berdasarkan gender, rinciannya, 986.531 laki – laki dan 988.300 perempuan, namun yang menggunakan hak pilih hanya 1.184.250 orang. (Kub/gob)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2017/02/23/rapat-pleno-kpu-selesai-ini-hasil-final-pilkada-kabupaten-bekasi/

Dipublikasi di Pilkada Kab. Bekasi | Tag , , | Meninggalkan komentar

2018, 153 Desa di Kabupaten Bekasi Gelar Pilkades

2018, 153 Desa di Kabupaten Bekasi Gelar Pilkades

Kamis, 23 Februari 2017 | 10:38 WIB

 

SEBANYAK 153 desa dari 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi bakal melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 2018 mendatang. Pelaksanaan pilkades ini hampir bersamaan dengan pelaksanaan Pilgub Jawa Barat.

 

Diprediksi pelaksanaan pilkades akan lebih meriha ketimbang pileg dan pilkada. Karena pesta demokrasi tingkat desa ini akan melibatkan banyak partisipasi masyarakat.

 

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bekasi, Abdilah Majid, mengatakan pilkades dilaksanakan setelah masa bakti 153 kepala desa sudah berakhir selama 6 tahun.

 

“Untuk tahun 2018 memang rencananya ada 153 desa yang melakukan pilkades serentak dan ini ada penambahan beberapa desa dari enam tahun sebelumnya yang hanya 142 desa,” katanya.

 

“Yang sudah melaksanakan secara serentak di sembilan desa, maka akan melaksanakan lagi di tahun 2022, kecuali statusnya jadi kelurahan seperti beberapa desa lain maka tidak ada pilkades,” sambungnya.

 

Sedangkan untuk desa yang dijabat oleh Plt kepala desa, kata Abdilah, juga akan mengikuti pilkades serentak di 2018. Desa yang dijabat oleh Plt kepala desa lantaran kepala desa definitif meninggal dunia atau tersandung kasus hukum.

 

“Seperti di Desa Wanajaya kan kepala desanya meninggal sebelum masa baktinya berakhir dan nanti mengikuti pilkada serentak lagi,” katanya.

 

“Kemarin juga ada surat edaran dari Kemendagri untuk pilkades nanti sesuai KTP yang dimiliki, artinya calon kades harus berdomisili di wilayah setempat, misalnya masih dalam satu kecamatan tapi ini baru surat edaran aja, belum peraturan baku,” lanjutnya.

 

Masih Abdilah, berdasarkan Undang-Undang Desa Tahun 2014, pelaksanaan pilkades akan menggunakan dana dari APBD. BPMPD, kata dia, akan mengusulkan anggaran melalui KUAPPAS untuk APBD 2017.

 

“Tapi kita lihat dulu pagu anggarannya berapa, kalau tidak semua dianggarkan melalui APBD maka calon kades memberikan tambahan,” ucapnya. (dho/rbs/gob)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2017/02/23/2018-153-desa-di-kabupaten-bekasi-gelar-pilkades/

Dipublikasi di Pemerintahan | Tag , | Meninggalkan komentar

Setiap Hari Disnaker Dapat Laporan Perselisihan Perusahaan dan Pekerja

Setiap Hari Disnaker Dapat Laporan Perselisihan Perusahaan dan Pekerja

Kamis, 23 Februari 2017 | 10:31 WIB

 

KEPALA Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Effendi, mengakui perselisihan antara perusahaan dan pekerja menjadi persoalan yang dilaporkan. Kata dia, setidaknya ada 15 laporan diterima Disnaker terkait polemik antara perusahaan dengan pekerja.

 

“Persoalan ini kami terima setiap hari dan menjadi persoalan yang tidak ada habisnya. Di sini, kami sebagai mediator yang memediasi antara manajemen perusahaan dengan para serikat pekerja,” katanya.

 

Sesuai ketentuan yang berlaku, kata Effendi, mediasi dilakukan dengan mengundang kedua pihak untuk saling bertemu. Setidaknya pertemuan ini dilakukan sebanyak 3 kali sebelum nantinya Disnaker mengeluarkan produk berbentuk anjuran. Namun, tidak jarang anjuran itu tidak diterima salah satu pihak sehingga diteruskan di pengadilan.

 

“Persoalan ini meningkat jadi perselisihan setelah diajukan ke PHI Jawa Barat di Bandung. Itu karena salah satu pihak tidak puas dengan anjuran yang dikeluarkan dan itu menjadi hak mereka. Beberapa persoalan memang disidangkan di PHI,” tuturnya. (dho/rbs/gob)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2017/02/23/setiap-hari-disnaker-dapat-laporan-perselisihan-perusahaan-dan-pekerja/

Dipublikasi di Ketenagakerjaan | Tag , | Meninggalkan komentar

Pilkada Kabupaten Bekasi 2017, Neneng Unggul di 20 Kecamatan

real-count-pilkada-kab-bekasi

AP

 

Portal resmi KPU merilis hasil perhitungan Form C1 dari seluruh Tempat pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Bekasi. Sampai dengan portal ini diakses pada tanggal 21 Februari 2017, jumlah yang masuk sudah 100%, yakni berjumlah 3.958 TPS. Pasangan Calon (Paslon) No. 1, DR. Hj. MEILINA KARTIKA KADIR, S.Sos, M.Si dan ABDUL KHOLIK, SE, M.Si mendapatkan 9.60% atau 113.664 suara, Pasangan Calon (Paslon) No. 2, DR. H. SA’DUDDIN, MM. dan DHANI AHMAD PRASETYO mendapatkan 26.12% atau 309.205 suara.

 

Selanjutnya Pasangan Calon (Paslon) No. 3, OBON TABRONI dan BAMBANG SUMARYONO mendapatkan 17.57% atau 207.940 suara. Pasangan Calon (Paslon) No. 4, IIN FARIHIN dan KH. MAHMUD mendapatkan 6.88% atau 81.496 suara, dan Pasangan Calon (Paslon) No. 5, dr. Hj. NENENG HASANAH YASIN dan H. EKA SUPRIA ATMAJA, SH mendapatkan 39.83% atau 471.483 suara.

 

Berdasarkan portal yang beralamat di https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t2/jawa_barat/bekasi ini, dinyatakan bahwa perolehan suara sah secara keseluruhan adalah sejumlah 1.178.431 suara. Dan suara yang tidak sah sebesar 28.766 suara.

 

Dari 23 kecamatan, pasangan dr. Hj. NENENG HASANAH YASIN dan H. EKA SUPRIA ATMAJA, SH unggul di 20 kecamatan. Semantara itu, pasangan DR. H. SA’DUDDIN, MM. dan DHANI AHMAD PRASETYO unggul di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Babelan, Kecamatan Tambun Selatan, dan Kecamatan Tambun Utara.

 

Namun, di dalam catatannya, KPU menuliskan “Portal ini dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 15 Februari 2017 di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada dengan lebih cepat dan akurat. Data hasil Pilkada berdasarkan entry data Model C1 merupakan hasil sementara dan bukan hasil final. Jika terdapat kesalahan dalam Model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi ditingkat atasnya”.

 

ANANTO PRATIKNO

Dipublikasi di Pilkada Kab. Bekasi | Tag , , | Meninggalkan komentar