Oknum Pejabat dan Pengusaha Diduga Bermain

Oknum Pejabat dan Pengusaha Diduga Bermain

Posted by Redaksi on 04/03/2015 – 11:43 in CIKARANG BEKASI | 3 Views | Leave a response

  • Terkait Pajak Ilegal THM di Kabupaten Bekasi

CIKARANG PUSAT – Akibat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi,belum membuat peraturan daerah (Perda) tentang tempat hiburan malam (THM) , pajak THM bocor dan diduga masuk kekantong oknum pegawai pajak. Bahkan, pemilik THM pun dipertanyakan oleh sejumlah elemen masyaraka lantaran pemilik THM menarik pajak kesetiap konsumen setelah melakukan pembayaran.

 

“Seharusnya, pemilik THM yang notabennya penjual minuman keras serta menyediakan wanita malam,agar tidak menarik pajak penghasilan. Karena, Pemda Kabupaten Bekasi, sudah betahun-tahun belum membuatkan Perda tentang THM. Jika, mereka (pemilik THM-Red) menarik pajak, maka pajak tersebut akan disetorkan kemana. Nah, itu lah yang menjadi pertanyan kami. Terkecuali, pemelik tempat usaha restoran yang murni menjual makanan, boleh menarik pajak. Pasalnya, usaha resto sudah memiliki payung hukumnya,”jelas Erwan selaku Ketua Ikatan Masyarakat Bersatu (Imbas) Bekasi.

 

Lanjut Erwan, tidak menutup kemungkinan ada permainan antara Dinas Pendapatan, khususnya pegawai pajak denga pemilik THM yang ada di Kabupaten Bekasi. Kuat dugaan, pajak penghasilan hiburan malam ditarik oleh oknum Dinas pendapatan dengan secara hitungan global.

 

“Karena pemilik THM juga menjual makanan, kami rasa penjualan makanan serta minum (Resto) itulah yang dijadikan alasan kenapa mereka (Pemilik THM) menarik retribusi pajak. Begitu juga, penarikan pajak yang tertara di nota pembayaran (Bill) pada umumnya pemilik THM menarik pajak penghasilan sampai 0,5 persen.”Jelasnya.

 

Masih kata Erwan, pihaknya meminta Pemda Bekasi melakukan pendataan pajak ulang, jangan sampai pajak restoran dijadikan alasan untuk penarikan pajak hiburan, seperti cafe.”Kami minta Pemda Bekasi secepatnya melakukan pendataan ulang tentang pajak restoran. Karena, pemilik THM pun menarik pajak penghasilan kepada para konsumennya,”pintanya.

 

Berdasarkan hasil investigasi Bekasi Ekspres News, ada beberapa cafe yang ditagih atas persoalan tunggakan pajak. Salah satunya cafe Prien, yang mendapatkan selembaran tunggakan pajak dan nilai tunggakan pajak yang tertera disurat peneguran tersebut nilainya lebih dari Rp 500 juta. Yang menjadi persoalan, nilai tunggakan yang tertera dalam surat peneguran tersebut, hitungan serta nominal nilain retribusi pajaknya tidak masuk logika.

 

Ketika dikonfirmasi Bekasi Ekspres News, salah satu pemilik cafe yang lokasinya di Ruko Thamrin, Lippo Cikarang, penarikan pajak penghasilan biasanya ditarik dari penjualan makanan dan minuman saja. Untuk minuman keras (Miras), pihak mengelak tidak terhitung pajak.

 

“Kami juga mentaati aturan yang berlaku dan tidak menghitung pajak miras. Terkecuali, penjualan dan penghasilan pajak makan dan minuman, kami narik pajaknya,”kelit salah satu pemilik THM yang enggan disebut namanya. (TIM)

 

Sumber:

http://bekasiekspresnews.co.id/2015/03/oknum-pejabat-dan-pengusaha-diduga-bermain/

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Dunia Usaha, Pemerintahan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s