Tolak PP 78 2015, Buruh Gelar Mogok Massal

Sepakat, Buruh Monas Empat Hari

20 November 2015 | 06:36

 

BURUH di Kabupaten Bekasi sudah menyatakan keputusannya untuk melakukan aksi Mogok Nasional (Monas) selama empat hari sejak 24 November besok. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan UMK 2016 yang sudah ditetapkan serta menolak penerapan PP nomor 78 tahun 2015.

 

Sebelum melakukan aksi monas, perwakilan serikat pekerja di Kabupaten Bekasi melakukan konsolidasi dengan perwakilan buruh dari Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Bandung, dan Purwakarta. Konsolidasi itu dilakukan di Stadion Mini Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kamis (19/11).

 

Dalam konsolidasi akbar itu juga dihadiri oleh pimpinan dari berbagai serikat pekerja. Seperti  Presiden FSPMI Said Iqbal, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KASBI Nining Elitos, dan Vice Presiden FSPMI Obon Tabroni.

 

Menurut Presiden FSPMI Said Iqbal, dalam aksi Monas kali ini akan diikuti sekitar lima juta buruh dari 22 provinsi di Indonesia. Jutaan buruh itu tersebar di 200 kota dan kabupaten se-Indonesia. “Lima juta buruh sudah terkofirmasi akan ikut mogok nasional di 22 provinsi,” ujarnya.

 

Iqbal memastikan kalau aksi Monas akan berlangsung selama empat hari di Indonesia. Ia juga mengatakan kalau rencana aksi tersebut sudah disampaikan ke Mabes Polri, sejumlah Polda dan Polres di seluruh Indonesia.

 

“Kami telah melayangkan surat ke Mabes Polri dan tembusan ke Polda-Polda dan Polres-Polres di seluruh Indonesia serta ke beberapa serikat lain sudah diberikan sejak kemarin juga ada yang menyusul hari ini (kemarin, red),” terangnya.

 

Iqbal menggambarkan situasi Monas yang akan dilakukan nanti. Kata dia, seluruh buruh dari pelabuhan, perusahaan, dan pekerja di jalan tol akan ikut mogok kerja.

 

“Jadi semua buruh nanti saat mogok nasional akan keluar dari perusahaan, buruh-buruh pelabuhan akan berhenti bekerja, buruh-buruh jalan tol akan berhenti bekerja dan mereka semua itu akan keluar untuk melakukan unjuk rasa secara total,” katanya.

 

Terpisah, Kapolresta Bekasi Kombespol Awal Chairuddin mengatakan kalau pihaknya sudah mengawal aksi para buruh sejak Rabu (18/11) lalu yang melakukan aksi long march dari Kecamatan Kedungwaringin menuju Omah Buruh di Cikarang Selatan.

 

“Di Kedungwaringin saat mereka tiba (buruh yang melakukan aksi long march) dan beristirahat sejenak untuk melanjutkan kembali ke Omah Buruh kita kawal. Jarak dari Kedungwaringin ke Omah Buruh itu sekitar 25 kilometer. Maka setelah Salat Duhur para teman-teman buruh kita ajak diskusi dan kita harapkan agar melaksanakan aksi long march itu dengan dibantu pihak kami. Yaitu menyiapkan truk dan bus Polri,” jelasnya.

Polisi, kata Awal, akan mengamankan aksi buruh secara all out. Namun demikian, Awal mengimbau agar para buruh tidak mengganggu ketertiban umum selama menjalankan aksinya.

 

“Tugas kepolisian itu saya tegaskan lagi sudut pandangnya adalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Selama aksi tersebut tidak mengganggu hak asasi orang lain atau tak terjadi pelanggaran hukum tentunya kepolisian sifatnya melayani atau mungkin mengamankan,” ungkapnya. (dho)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2015/11/20/sepakat-buruh-monas-empat-hari/

 

 

Tolak PP 78 2015, Buruh Gelar Mogok Massal

Kamis, 19/11/2015 16:39 WIB

 

CIKARANG_DAKTACOM: Gerakan Buruh Indonesia yang terdiri dari berbagai serikat pekerja diantaranya FSPMI, KASBi dan serikat pekerja lainnya menegaskan akan melakukan mogok kerja nasional 24-27 November mendatang.

Presiden FSMi Said Iqbal ditemui dalam kegiatan konsolidasi Nasional di GOR Mini, Kamis (19/11) di Tambun Selatan mengatakan sebanyak 5 juta buruh di 22 provinsi, 200 Kota/kabupaten sudah mengonfirmsi akan melakukan mogok kerja Nasional.

Mereka Akan keluar pabrik, diantaranya buruh jalan tol, buruh kawasan industri, buruh pelabuhan akan melumpuhkan kegiatan produksi sehingga perekonomian akan berpengaruh dengan adanya mogok nasional tersebut.

Aksi mogok nasional yang dilakukan agar pemerintah mencabut peraturan pemerintah nomer 78 tahun 2015, dimana dinilai merugikan buruh terkait dengan formulasi kenaikan upah.

Said Iqbal menambahkan, dalam aksi longmarch dari berbagai elemen serikat pekerja tersebut menuju ke jakarta untuk melakukan apel siaga dan sebagai bagian dari pemanasan menuju mogok nasional 24-27 November.

Sementara ribuan buruh yang tadi sempat melakukan konsoladasi dan berkumpul di stadion mini Tambun sudah bergerak ke arah bekasi kota dengan pengawalan petugas.

 

Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Azeza Ibrahim

 

Sumber:

http://dakta.com/news/3388/tolak-pp-78-2015-buruh-gelar-mogok-massal

Pos ini dipublikasikan di Ketenagakerjaan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s