BPLH Ngotot Tutup PT DCI

BPLH Ngotot Tutup PT DCI

Senin, 14 Desember 2015 | 08:17 WIB

 

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi ngotot ingin memberhentikan operasional PT Dalzon Chemical Indonesia (DCI) hingga ada kepastian keamanan dari perusahaan yang memproduksi pestisida itu. Pemberhentian itu didasari Undang-Undang nomor 32 tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

 

Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Bekasi, MA Supratman mengatakan, PT DCI harus membuktikan kalau operasional perusahaannya aman dan tidak membahayakan masyarakat. Sambil menunggu bukti itu, pihaknya akan menutup operasional perusahaan tersebut.

 

“Memang beberapa waktu lalu dari PT Dalzon datang ke BPLH meminta ini itu, namun  kita tetap untuk melakukan kewenangan paksaan untuk memberhentikan operasional sementara, karena sudah terjadi jatuh korban meskipun belum dibuktikan secara pasti, namun ada pembuktian dengan banyak hewan-hewan yang mati,” ungkapnya.

 

Penutupan yang dimaksud Supratman yakni tidak dilakukan secara keseluruhan. Tetapi, penutupan itu dilakukan di saluran limbah B3 sampai mengantongi izin. Sedangkan gudang PT DCI tetap diizinkan beroperasi.

 

Soal penyebab adanya warga yang keracunan di sekitar PT DCI, Supratman mengaku belum bisa menyimpulkannya. Penyebab puluhan warga yang keracunan hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

 

“Jadi kita hormati penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian dan tidak mengganggunya, namun BPLH juga tetap berkoordinasi terutama dengan krimsus LH, meski demikian kewenangan pemda tentang paksaan penutupan sementara tetap kita keluarkan,” katanya.

 

Masih Supratman, dari hasil penelusuran yang dilakukan pihaknya, UKL UPL PT DCI tidak pernah diperbarui kembali sejak 2006 lalu. Padahal, kata dia, hal itu harus diperbarui setiap enam bulan sekali.

 

“Memang dalam amdalnya PT Dalzon memiliki izin produksi, sedangkan gudang berikat hanya menyertai saja dan itu keputusan dari Menkeu bila setelah hasil produksi atau ada bahan pembuat pestisida bisa disimpan di gudang,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, puluhan warga Cikarang Utara yang tinggal tidak jauh dari PT DCI mengalami gejala keracunan. Mereka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan.

 

Warga menduga kalau penyebab keracunan itu udara yang tercemar dari bahan kimia yang dikeluarkan PT DCI. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab keracunan yang dialami puluhan warga. (dho)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2015/12/14/bplh-ngotot-tutup-pt-dci/

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Lingkungan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s