Rumah Sakit di Kabupaten Bekasi Minim Ruang Perawatan Intensif

Rumah Sakit di Kabupaten Bekasi Minim Ruang Perawatan Intensif

Minggu, 10 Januari 2016 | 15:40 WIB

 

PERMASALAH klasik kesehatan terkait fasilitas untuk melayani masyarakat menurut Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno masih kerap terjadi. Salah satunya adalah minimnya rumah sakit yang memiliki Ruang PICU (pelayanan intensif untuk anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus) dan NICU (ruang perawatan intensif untuk bayi).

 

‘Tolong kepada Bupati Bekasi (Neneng Hasanah Yasin, Red), Kadinkes (Muharmansyah Boestari) dan pemerhati kesehatan di Kabupaten Bekasi jangan biarkan rakyatmu mati karena tak adanya ruangan PICU dan NICU,” ujarnya, Sabtu (9/1).

 

Terang dia, permasalahan tak adanya ruangan atau fasilitas ini memang masih terjadi saat ini. “Masalah klasik terulang, dan tak kunjung ada solusi konkret. Ironis tatkala kita bersama, selalu harus kebingungan mencari ruangan NICU dan PICU. Banyak pasien balita dan anak-anak terpaksa tak tertolong saat tak dapat NICU dan PICU,” terangnya.

 

Dia mencontohkan salah satu kasus yang didapat pihaknya beberapa waktu lalu. Saat itu dia mendapatkan pesan singkat ada keluarga yang memiliki bayi atas nama Rasya Saiful (3 bulan). Bayi ini adalah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

 

“Saat itu bayi ini butuh NICU. Sedangkan Rumah Sakit Adam thalib minta biaya Rp 4,2 juta. Bayi ini warga Kecamatan Tarumajaya. Peserta BPJS, tapi Rumah Sakit itu tak kerjasama dengan BPJS. Kritis dong kondisi bayinya. Jadi orang tuanya meminta tolong bantu mencarikan rumah sakit yang ada NICU tapi kerjasama BPJS,” terangnya.

 

“Dan saat itu bayi ini sedang dirawat di RS Awalbros. Pihak rumah sakit sudah menghubungi beberapa rumah sakit lain, tapi yang punya NICU kosong (tak ada rumah sakit yang kerjasama BPJS memilik ruang ini) dan hanya di RS Adham Thalib. Otomatis keluarga pasien harus membayar Rp 4,2 juta diawal agar bisa dirawat,” sambungnya.

 

Tambah politisi PDI Perjuangan ini, dirinya berusaha memutar otak dan segera menghubungi rumah sakit lain dan hasilnya nihil. “Dan di Kabupaten Bekasi yang di Cibitung, ternyata ruangan ini pun belum siap. Padahal ini sangat dibutuhkan masyarakat. Jadi sampai kapan Kabupaten Bekasi tak punya Ruang NICU dan PICU?,” tanyanya. [dam/gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/01/10/rumah-sakit-di-kabupaten-bekasi-minim-ruang-perawatan-intensif/

Pos ini dipublikasikan di Sosial dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s