Warga Desa Kedungwaringin Keluhkan PT BSJ

Warga Desa Kedungwaringin Keluhkan PT BSJ

Kamis, 11 Februari 2016 | 20:57 WIB

 

SEJUMLAH warga RT 005 RW 02, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, mengaku, keberatan dengan kehadiran PT Bhakti Sahabat Jaya yang berada di tengah pemukiman mereka.

 

Walaupun pabrik pengecatan komponen mobil untuk Suzuki tersebut sudah sekitar enam tahun beroperasi, tapi semakin hari warga semakin tidak tahan dengan dampaknya, seperti bau, bunyi bising dan pencemaran.

 

Salah seorang warga, Mulyadi, mengatakan warga telah membuat surat pernyataan keberatan. Sebanyak 31 warga telah membubuhkan tanda tangan, mewakili ratusan warga Desa Kedungwaringin lainnya.

 

“Pertama, kita keberatan dengan dugaan limbah B3 dari pabrik ini yang mencemari lingkungan, kedua suara bising dikeluhkan warga dan ketiga, bau menyengat,” ungkapnya kepada GoBekasi, Kamis (11/2/2016) di lokasi.

 

Warga lain, Saleh, mengutarakan pernyataan serupa.  Ia yang tinggal tepat di sebelah pabrik tersebut mengaku sering mencium bau tidak sedap dari perusahaan tersebut.

 

“Jelas bau. Bau tiner. Munculnya bau gak tentu, kadang pagi,  kadang sore. Kalau cium baunya saya sesak, kepala pusing,” jelas pria yang mengaku sebagai mantan supir ayahanda dari Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin tersebut.

 

Warga lainnya, Dirja, mengatakan pabrik yang dari luar tampak seperti rumah pada umumnya tersebut belum ada izin, lagipula pabrik tersebut tidak layak berada di tengah pemukiman warga karena tidak sesuai zona.

 

“Katanya izin untuk kontrakan, bukan untuk perusahaan. Perusahaan ini kami keluhkan karena bau, kebisingan dan limbah. Sudah saya cek,  belum ada izinnya. Pemerintah harus tegas, kemana aja selama ini. Kalau izin gak lengkap ini harus ditutup,” tegasnya.

 

Sementara itu, salah satu perwakilan manajemen perusahaan kala didatangi warga mengatakan perusahaan tersebut memiliki izin. Ia tidak terima dengan kehadiran warga bersama salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) secara mendadak.

 

“Ada izinnya. Kalau mau lihat sekarang bisa,” katanya. Tapi ia masih enggan menunjukkan karena belum ada surat penegasan yang jelas dari dinas terkait, yakni Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Bekasi.

 

“Kalau bapak ada surat tugas, saya mau nunjukkin. Biar sama-sama enak aja,” katanya kepada salah seorang staf BPPT.

 

Staf BPPT, Yayan, mengatakan, “Menurut dia punya (izin, red), tapi belum kita cek karena dia belum mau keluarkan. Nanti ini akan kita teruskan ke pimpinan untuk tindakan selanjutnya.” [dam/gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/02/11/warga-desa-kedungwaringin-keluhkan-pt-bsj/

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Dunia Usaha, Lingkungan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s