Sensus Ekonomi di Kabupaten Bekasi Terkendala Industri Nakal

Sensus Ekonomi di Kabupaten Bekasi Terkendala Industri Nakal

Selasa, 3 Mei 2016 | 14:50 WIB

 

SENSUS ekonomi 2016 terkendala banyaknya industri nakal yang enggan memberikan data.  Para pengusaha ketakutan ‘dapur’ perusahaannya diketahui publik setelah disensus. Kondisi ini membuat program sensus ekonomi terhambat. Padahal, sensus dilakukan sebagai dasar pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan strategis di bidang perekonomian.

 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi Heri Wijaya saat menemui Wakil Bupati Rohim Mintareja di rumah dinasnya di Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Senin (2/5/2016).

 

“Kendala kami, BPS, dalam melakukan survei-survei yang berkenaan dengan unit usaha di kawasan undistri itu tidak kurang-kurang. Mereka (industri) itu seringkali menolak. Bahkan sudah kami jelaskan tentang undang-undang yang menaungi kami melakukan survei, tetapi masih ada dan terbilang cukup banyak perusahaan yang belum kondusif. Belum bekerja sama dengan baik untuk memberikan datanya,” kata dia.

 

Banyaknya perusahaan yang enggan memberikan data menjadi kendala utama. Seperti diketahui, fokus sensus ekonomi di Kabupaten Bekasi terletak di sektor industri. Karena di Kabupaten Bekasi, kawasan industri terbesar di Indonesia itu berada.

 

Heri mengatakan, penolakan industri memberikan data karena mereka khawatir data kerahasiaan milik mereka bakal diketahui orang banyak. Padahal tidak akan ada data yang bakal dieskpos secara personel ke publik. Penjelasan mengenai hal tersebut pun, lanjut Heri, telah disosialisasikan kepada para pengusaha melalui himpunan mereka. Namun, para pengusaha itu tetap menolak pendataan sehingga menghambat sensus.

 

“Untuk perusahaan sudah kami sampaikan di forum-forum sosialisasi mereka, jadi kami yakinkan. Yang dikhawatirkan mereka itu keterjaminan data mereka, itu yang kami tekankan, kami jamin. Jadi kami tegaskan, data individu mereka tidak akan diekspos secara indivdiu mereka, yang kami ekspos itu secara agregasi kumpulan mereka. Dari jumlah, dari prosentase dan sebagainya,” kata dia. [dam/gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/05/03/sensus-ekonomi-di-kabupaten-bekasi-terkendala-industri-nakal/

Pos ini dipublikasikan di Pemerintahan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s