Daftar Rumah Sakit, Klinik dan Bidan Pengguna Vaksin Palsu di Kabupaten Bekasi

Kepala RS Jadi Tersangka

Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu Diumumkan

15 Juli 2016 1 komentar

 

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Kesehatan Nila F Moeloek akhirnya membuka nama-nama fasilitas dan tenaga kesehatan penerima distribusi vaksin palsu dalam rapat kerja dengan DPR di Jakarta, Kamis (14/7). Tidak hanya distributor, bidan dan dokter pun menjadi tersangka.

 

Penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara RI menetapkan dua dokter, AR dan HUD, sebagai tersangka kasus peredaran vaksin palsu, Kamis. Keduanya diduga meminta fasilitas kesehatan (faskes) tempat mereka bertugas membeli vaksin dari CV Azka Medika.

 

“Pemeriksaan hari ini (Kamis), penyidik langsung menetapkan AR dan HUD sebagai tersangka. Mereka bertanggung jawab atas penggunaan vaksin palsu karena memerintahkan bagian pengadaan obat di faskes untuk membeli vaksin dari CV Azka Medika meski mereka tahu CV Azka Medika bukan distributor vaksin resmi,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal (Pol) Agung Setya di Jakarta, kemarin.

 

Adapun HUD adalah Kepala Rumah Sakit Ibu Anak Sayang Bunda, sedangkan AR dokter di Klinik Pratama Adipraja. Dua faskes itu di Bekasi, Jawa Barat.

 

Pemilik CV Azka Medika, Juanda, ditetapkan dan ditahan penyidik Bareskrim Polri akhir Juni. Ia tersangka pertama yang ditangkap. Atas penetapan tersangka dua dokter itu, Bareskrim telah menetapkan 20 tersangka. Agung menambahkan, hingga Kamis malam, AR dan HUD masih menjalani pemeriksaan lanjutan sehingga penyidik belum memutuskan untuk menahan.

 

Berdasar paparan Bareskrim Polri dan Kementerian Kesehatan di Komisi IX DPR, Kamis kemarin, ada 14 rumah sakit, 8 klinik, dan tenaga kesehatan yang menggunakan vaksin palsu. Sebagian besar beroperasi di sekitar Bekasi. Rinciannya, 10 RS di Kabupaten Bekasi dan 3 RS di Kota Bekasi.

 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tetty Manurung mengatakan, tiga rumah sakit di Kota Bekasi adalah RS Elizabeth, RS Hosana Medika, dan RS Permata Bekasi. “Kami akan mencari tahu dari mana pihak rumah sakit memesan vaksin, sejak kapan, siapa saja konsumennya,” ujar Tetty, Kamis malam.

 

Sejumlah RS didatangi Kompas, tetapi belum memberikan keterangan, seperti RS Multazam Medika, RS Puspa Husada, dan RS Hosana Medika. Petugas keamanan mengatakan pihak manajemen tidak ada di tempat.

 

Di RS Harapan Bunda, Ciracas, yang masuk daftar penerima vaksin palsu, sejumlah orangtua berdatangan. Mereka ditampung di ruang Hospital Service Controller. Salah satu orangtua, Jasman (36), mengatakan, dirinya datang sejak pukul 17.30.

 

Jasman adalah satu dari sekitar 30 orangtua yang ingin meminta penjelasan pihak RS. Sayangnya, kata Ashanul, salah satu petugas keamanan RS, pihak manajemen sedang tidak ada di ruangan.

 

Para orangtua geram dengan perlakuan RS. Keadaan memanas, bahkan sempat ricuh antara orangtua dan pihak keamanan. “Kami cuma ingin kejelasan. Ini hak kami. Ini masalah anak, Pak,” ujar salah satu orangtua. “Rumah sakit harus bertanggung jawab!”

 

Tak lama, polisi menengahi pertikaian. Ada orangtua yang murung, menangis, dan marah. “Kami hanya diminta data orangtua, anak, dan dokter yang menangani dulu,” ujar Nisah (32).

 

Salah satu orang tua, Andi (37), mengatakan, dirinya curiga karena anaknya mudah sakit. “Pantas saja anak saya selama satu tahun dirawat inap tiga kali.”

 

Kepala Bareskrim Polri Irjen Ari Dono Sukmanto menegaskan, vaksin palsu yang ditemukan polisi vaksin impor. “Kami tidak menemukan vaksin produk dalam negeri dipalsu,” katanya.

 

Di luar data yang disebut di Komisi IX, empat faskes lain diketahui menggunakan vaksin palsu berdasar penelusuran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di seluruh Indonesia. Keempatnya beroperasi di Tangerang Selatan, Bekasi, dan Jakarta Timur.

 

Soal sanksi

 

Faskes pengguna vaksin palsu terancam sanksi administratif berupa teguran lisan, tertulis publikasi, pemberhentian sementara, pencabutan izin tenaga kesehatan dan/atau pencabutan izin operasional, dan pencabutan izin/rekomendasi klinik.

 

Modus para penjual vaksin palsu ialah mengajukan penawaran harga vaksin kepada faskes, antara lain melalui surat elektronik. Pengajuan itu, sesuai pemeriksaan polisi, disetujui direktur rumah sakit sebelum akhirnya vaksin masuk faskes.

 

Polisi masih mendalami siapa yang bertanggung jawab dalam pengadaan dan penggunaan vaksin palsu di setiap faskes. Polisi juga masih harus menindaklanjuti kasus itu karena belum semua jalur distribusi terungkap.

 

Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Vaksin Palsu yang juga Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Maura Linda Sitanggang mengatakan, dalam proses hukum akan terlihat siapa yang dipidana dalam kasus pemalsuan vaksin, oknum atau manajemen rumah sakit. “Atau, dua-duanya,” katanya.

 

Jika diketahui terlibat, manajemen rumah sakit bisa terancam pencabutan izin operasional. “Lihat dulu rekomendasi penyidikan,” kata Maura.

 

Vaksin palsu terjadi karena kelangkaan vaksin impor tertentu di pasar yang bukan merupakan vaksin program pemerintah. Hal itu dimanfaatkan sejumlah pihak dengan menawarkan vaksin tertentu lebih murah.

 

Dampak vaksin palsu

 

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf mengatakan, masyarakat ingin mengetahui dampak pemberian vaksin palsu dan bagaimana jika vaksin diulang.

 

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Aman Bhakti Pulungan mengatakan, risiko mendapat vaksin palsu adalah tidak terbentuknya kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Namun, sebenarnya hal bisa teratasi dari kekebalan lingkungan yang terbentuk jika cakupan imunisasi tinggi. “Cakupan imunisasi nasional sudah bagus, di atas 90 persen. Sementara persentase vaksin impor yang palsu sangat kecil,” ujarnya.

 

(ADH/ILO/EGI/BAY/*)

 

Sumber:

http://print.kompas.com/baca/2016/07/15/Kepala-RS-Jadi-Tersangka

 

 

Ini Nama 14 Rumah Sakit Penerima Vaksin Palsu

Kamis, 14 Juli 2016 15:40

 

JawaPos.com – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek ‎membeberkan daftar Rumah Sakit penerima vaksin palsu. Nila menyampaikan saat rapat dengar pendapat dengan komisi IX DPR, Kamis (14/7).

 

Selain Kemenkes, hadir Bareskrim Mabes Polri, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta PT Bio Farma.

 

‎Nila mengatakan bahwa dirinya sudah mendapat izin Bareskrim untuk membeberkan RS penerima vaksin palsu.

 

“Dan diberikan oleh Bareskrim. Ada 14 rumah sakit saat ini yang sudah menjadi tersangka,” sebutnya saat RDP berlangsung. ‎(dna/JPG)

 

Berikut daftar RS  penerima distribusi vaksin palsu:

 

  1. Sander, Cikarang‎. Sales bernama Juanda (CV Azka Medika)‎. Modusnya, tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  2. Bhakti Husada, terminal Cikarang. Sales bernama Juanda (CV Azka Medika). Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  3. Sentral Medika, Jalan Industri Pasir Gembong. Sales, Juanda (CV Azka Medika)‎. Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  4. RSIA Puspa Husada. Sales, Juanda (CV Azka Medika). Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  5. Karya Medika, Tambun. Sales Juanda (CV Azka Medika). Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  6. Kartika Husada, Jl MT Haryono, Setu, Bekasi. Sales, Juanda (CV Azka Medika). Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  7. Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi. Sales, Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
  8. Multazam, Bekasi. Sales, Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
  9. Permata, Bekasi. Sales, Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin melalui CV Azka Medical. Kemudian dari bagian pengadaan mengajukan permohonan pengadaan kepada manajer purchasing yang kemudian dimintakan persetujuan kepada direktur RS sebelum dilakukan pemesanan obat atau vaksin.
  10. RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang. Sales Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
  11. Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sales, M Syahrul‎. Tersangka menawarkan vaksin lewat perawat atas nama Irna (ditahan sebagai penyedia botol tersangka Rita dan Hidayat) kemudian Irna meminta tanda tangan dokter dan dimasukkan sebagai persediaan rumah sakit.
  12. Elisabeth Narogong, Bekasi. Sales, Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.
  13. Hosana, Lippo Cikarang. Sales, Juanda (Azka Medika). Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.
  14. Hosana, Bekasi, Jalan Pramuka. Sales, Juanda (CV Azka Medika). Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

 

[]

 

Sumber:

http://www.jawapos.com/read/2016/07/14/39211/ini-nama-14-rumah-sakit-penerima-vaksin-palsu

 

 

Daftar Rumah Sakit, Klinik dan Bidan Pengguna Vaksin Palsu di Kabupaten Bekasi

Kamis, 14 Juli 2016

 

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek akhirnya menepati janji mengumumkan nama-nama rumah sakit (RS) pengguna vaksin palsu yang kasusnya ditangani oleh Bareskrim Polri, Kamis (14/07)

 

Dari 14 Rumah Sakit pengguna vaksin palsu tersebut, 8 diantaranya berada di Kabupaten Bekasi. Berikut daftar Rumah Sakit, sales penyalur beserta modusnya:

 

  1. Dr Sander Batuna, Cikarang Utara

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

 

  1. Bhakti Husada, Cikarang Utara

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

 

  1. Sentra Medika, Cikarang Utara

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

 

  1. RSIA Puspa Husada, Tambun Selatan

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

 

  1. Karya Medika, Cikarang Barat

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

 

  1. RSU Multazam Medika, Tambun Selatan

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

 

  1. RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang Selatan

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

 

  1. Hosana Lippo Cikarang

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

 

Selain RS, ada 8 nama-nama bidan & klinik penerima vaksin palsu juga diumumkan. Dari kedelapan tersebut, 6 diantaranya di Kabupaten Bekasi, yaitu:

  1. Bidan Lia, Kp. Pelaukan Sukatani, Kabupaten Cikarang
  2. Bidan Lilik, Perum Graha Melasti, Tambun, Bekasi
  3. Bidan Klinik Tabina, Perum Sukaraya, Sukatani Cikarang, Kabupaten Bekasi
  4. Klinik Dafa Dr. Baginda, Cikarang
  5. Bidan Mega, Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi

 

 

(Nay)

 

Sumber:

http://beritacikarang.com/daftar-rumah-sakit-klinik-dan-bidan-pengguna-vaksin-palsu-di-kabupaten-bekasi/

Pos ini dipublikasikan di Krimimalitas, Sosial dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s