Silpa Kabupaten Bekasi Tembus Satu Triliun Lebih, Obon: Ironis!

DPRD: Angka SILPA Tinggi, Bupati Bekasi Harus Berbenah

 

CIKARANG_DAKTACOM: DPRD Kabupaten Bekasi menilai kinerja Bupati lemah dalam penyerapan anggaran menyusul banyaknya sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) yang mencapai Rp. 1,09 Triliun.

 

Anggota badan anggaran DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno mengatakan banyaknya anggaran yang tidak terserap membuktikan lemahnya koordinasi antar SKPD.

 

Tingginya SILPA itu bukan menjadi satu-satunya yang disoroti DPRD, legislatif juga mempertanyakan pendapatan daerah yang tidak mencapai target.

 

“Pemkab kami minta bersungguh-sungguh memperhatikan aspek tersebut,” paparnya pada Selasa (2/8).

 

Bupati Bekasi sebagai pimpinan juga dinilai tidak mampu membangun Bekasi padahal anggaran yang diberikan begitu besar namun tidak bisa menyerapnya.

 

Selain itu menurut Taih, pihaknya juga mencermati minimnya penyerapan di bidang pendidikan dan kesehatan, padahal jika anggaran itu bisa diserap maka akses kesehatan dan pendidikan secara fisik bisa meningkatkan pelayanan masyarakat.

 

Sementara itu terpisah, Pemkab Bekasi melalui sekretaris daerah Uju mengatakan bahwa tingginya angka SILPA tersebut akibat efisiensi yang dilakukan oleh SKPD, ia juga mendorong supaya di tahun mendatang angka SILPA tidak terlalu besar.

 

Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Azeza Ibrahim

 

Sumber:

http://www.dakta.com/news/5624/dprd-angka-silpa-tinggi-bupati-bekasi-harus-berbenah

 

 

Silpa Kabupaten Bekasi Tembus Satu Triliun Lebih, Obon: Ironis!

Tuesday 02 August 2016 20:07

 

Sabekasi.com, Cibitung – Menanggapi temuan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bekasi terkait rendahnya serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Obon Tabroni mengatakan hal tersebut ironis.

 

Menurut Obon, sisa anggaran yang tidak bisa digunakan Pemkab itu terlalu tinggi, mencapai Rp1,079 triliun. “Itu ironis. Ketika masih banyak rakyat masih teriak kebutuhan dasar, Silpa sampai lebih dari satu triliun. Ironis,” kata Obon saat dihubungi Sabekasi.com, Selasa (2/8).

 

Obon mengatakan, selama satu tahun terakhir ia turun ke lapangan, banyak ditemukan masalah-masalah yang sifatnya mendasar di masyarakat Bekasi.

 

“Sudah hampir setahun, setiap hari saya turun bertemu dengan warga masyarakat di bawah. Satu hari itu bisa tujuh tempat. Itu saya lakukan hampir setiap hari. Dan saya menemukan kondisi-kondisi memprihatinkan. Banyak warga masih punya masalah kebutuhan dasar, seperti kesehatan dan air bersih,” tutur bakal calon bupati Bekasi dari jalur independen itu.

 

Obon mencontohkan, ia dan relawan Jamkeswatch yang dibinanya hampir setiap hari mengadvokasi pasien. “Itu banyak banget warga yang sulit mengakses kesehatan. Makanya kita advokasi. Itu pun banyak yang enggak dapet kamar. Kadang kita bawa ke Bandung atau ke Jakarta,” jelasnya.

 

Kondisi tersebut, lanjut Obon, tentu sangat ironis jika melihat jumlah anggaran yang tidak bisa diserap oleh Pemkab Bekasi. “Kalau wilayah lain pontang panting cari anggaran, ini Bekasi menggunakan aja enggak mampu. Kasihan, yang korban rakyat,” tandasnya. (Day)

 

Sumber:

http://sabekasi.com/news/detail/5/1039/Silpa-Kabupaten-Bekasi-Tembus-Satu-Triliun-Lebih,-Obon:-Ironis!

Pos ini dipublikasikan di Pemerintahan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s