Sah! NU dan Muhammadiyah Bersatu pada Pilkada 2017

Sah! NU dan Muhammadiyah Bersatu pada Pilkada 2017

Senin, 8 Agustus 2016 | 08:59 WIB

 

MENJELANG beberapa minggu lagi pendaftaran pasangan calon dari partai politik (parpol) untuk Pilkada 2017 resmi dibuka KPU Kabupaten Bekasi, beberapa elemen masyarakat mulai melakukan berbagai kesepakatan untuk bersama-sama melakukan gerakan moral agar Kabupaten Bekasi lebih baik lagi.

 

Hal itu seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi dengan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Bekasi di Hotel Batiqa, Jababeka, Cikarang Utara, Minggu (7/8/2016). Di lokasi ini, petinggi dua organisasi Islam itu melakukan penandatanganan kesepakatan.

 

“Kesepakatan ini kita lakukan setelah mencermati perkembangan aktual terkait isu-isu keumatan dan kebangsaan di Kabupaten Bekasi, mencoba memberikan solusi bagaimana mengatasi persoalan persoalan nasional yang imbasnya ke Kabupaten Bekasi. Makanya kita menyikapinya gerakan moral ini untuk berkomitmen bersama,” ujar Ketua PD Muhammadiyah, Abdul Harits kepada GoBekasi.

 

Selain hal itu, kesepakatan ini dilakukan pihaknya juga terkait perilaku berpolitik yang masih jauh dari integritas dan saling menjaga moral. “Ini jadi perhatian kita semua, walaupun perubahannya tak mudah. Makanya kita mulai bersama-sama untuk mengubah proses politik ini agar lebih sehat,” terangnya.

 

“Di tingkat elit, ya kedepankan integritas. Di tingkat masyarakat gunakan hak pilih itu dengan benar. Jangan dikotori dengan proses politik tak sehat, seperti money politic dan lain sebagainya. Karena ini persoalan menentukan masa depan Kabupaten Bekasi,” sambungnya.

 

Disinggung apakah dengan bersatunya Muhammadiyah dan NU ini juga dalam rangka menyukseskan salah satu Bakal Calon Bupati (Balonbup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Balonwabup), kata dia, ini bukan organisasi politik karena tak boleh organisasi ini masuk ke ranah politik.

 

“Namun di sisi lain, kita juga tak perlu alergi untuk berkomunikasi dengan politisi. Karena politisi atau calon bupati ini justru nanti yang akan menjadi atau bisa menyalurkan aspirasi NU dan Muhammadiyah,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua PCNU, KH Bagus Lukito menuturkan, kembalinya NU ke khitoh sebetulnya banyak tafsir. “Sebagian menafsirkan bahwa itu adalah tak boleh berpolitik praktis. Tetapi, ada tafsir yang berbeda bahwa kita boleh berperan aktif dalam politik. Artinyaperson to person struktural NU bisa mendukung,” tuturnya.

 

Jelas dia, di Kabupaten Bekasi ini secaraperson to person pengurus NU dan mudah-mudahan satu kata sudah punya dukungan tersendiri kepada salah satu Balonbup-Bacawabup. “Karena ada jargon begini, jika NU dan Muhammadiyah sudah bersatu ya sudah selesai. Mudah-mudahan begitu,” jelasnya.

 

Pertemuan ini dihadiri Balonbup PDI Perjuangan, Meilina Kartika Kadir dan Bacawabup dari PKB, Abdul Kholik, Balonbup Partai Gerindra, Haji Daris, Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bekasi, Eras Rasidi, dan para politisi lainnya. [cr27/gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/08/08/sah-nu-dan-muhammadiyah-bersatu-pada-pilkada-2017/

Pos ini dipublikasikan di Politik dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s