Angka Pengangguran di Kabupaten Bekasi Masih Tinggi

Angka Pengangguran di Kabupaten Bekasi Masih Tinggi

Aug 12, 2016

 

Bekasi, Bekasiurbancity.com – Pengangguran menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kehidupan, baik perseorangan maupun dalam kehidupan masyarakat. Akibat tuntutan untuk membiayai hidup yang tidak dapat dipenuhi menimbulkan gejala sosial.

 

Contoh gejala sosial negatif seperti meningkatnya kriminalitas, lingkungan kumuh, kualitas hidup yang semakin menurun, dan lingkungan hidup yang tidak sehat. Secara individual, menganggur akan menyebabkan menurunnya kualitas mental dan fisik. Maka itu pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya melakukan segala cara untuk bisa menekan angka pengangguran, seperti salah satunya di Kabupaten Bekasi.

 

Meski menjadi salah satu daerah dengan kawasan industri terbesar di Indonesia, kenyataannya banyak warga pribumi yang justru tidak memiliki pekerjaan. Hal tersebut diakui oleh Wakil Bupati Rohim Mintareja, “angka pengangguran di Kabupaten Bekasi terbilang masih tinggi.”

 

Dalam rancangan peraturan daerah tentang ketenagakerjaan, pengusaha wajib memprioritaskan warga lokal bekerja. Raperda tersebut telah disetujui meski masih memiliki sejumlah catatan. Rohim berharap raperda tersebut dapat segera diaplikasikan.

 

“Mudah-mudahan dengan diperdakannya tentang ketenagakerjaan ini tujuannya untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi. Angka pengangguran di Kabupaten Bekasi masih tinggi, masih di atas 10 persen,” ujar Rohim di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Dilansir dari pikiran-rakyat.com, Kamis (11/08/2016).

 

Menurut Rohim, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu tujuan warga daerah mencari pekerjaan. Hanya saja, warga pendatang hadir dan bekerja namun pekerja lokal Kabupaten Bekasi justru tidak dipekerjakan. Menurut Rohim, prioritas bagi warga lokal harus dibuat aturan yang mengikat agar warga Kabupaten Bekasi pun turut menikmati pesatnya pertumbuhan dunia industri.

 

“Tujuannya untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi, juga untuk menampung tenaga-tenaga lokal, baik itu yang tenaga ahli maupun nonahli. Tidak keseluruhan tenaga kerja itu harus warga Kabupaten Bekasi tapi ada proritas. Kalau tidak begitu, dari luar banyak yang datang tapi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi masih tetap tinggi,” kata dia.

 

Masih dilansir dari pikiran-rakyat.com, Raperda tentang Ketenagakerjaan telah disetujui melalui Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi, Rabu (10/08/2016). Diungkapkan Rohim, raperda itu akhirnya tersusun setelah melalui perjalanan panjang. Bahkan, kata dia, raperda ketenagakerjaan sudah diwacanakan sejak dia masih menjadi anggota dewan.

 

“Perda ini sebetulnya mendesak, saya minta dibuatkan perda ini dari dulu semenjak masih di dewan supaya ada ketentuan yang mengatur di luar undang-undang. Karena perda itu lebih rinci dan jangan berbenturan dengan undang-undang. Mudah-mudahan membantu mengurangi pengangguran yang selainjutnya mengurangi angka kemiskinan,” kata dia.

 

Dalam Pasal 29 raperda tersebut, disebutkan bahwa perusahaan wajib memberikan kesempatan terhadap tenaga kerja lokal dengan lebih mengutamakan warga sekitar. Kesempatan itu diberikan pada warga yang memiliki keahlian maupun nonkeahlian dengan mempertimbangkan standar kompetensi tenaga kerja oleh perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan yang mengindahkan pasal tersebut dapat dikenai sanksi administratif, mulai dari teguran hingga pencabutan izin usaha. []

 

Sumber:

http://www.bekasiurbancity.com/angka-pengangguran-di-kabupaten-bekasi-masih-tinggi/

Pos ini dipublikasikan di Ketenagakerjaan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s