Angka Perceraian di Kabupaten Bekasi Terus Meningkat

Angka Perceraian di Kabupaten Bekasi Terus Meningkat

Rabu, 7 September 2016 | 14:00 WIB

 

ANGKA perceraian di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan setiap bulannya di tahun ini. Hingga akhir Agustus 2016, Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi menerima 461 permohonan perkara cerai.

 

Ada empat faktor penyebab terjadinya perceraian. Mulai dari ketidakharmonisan, pertengkaran dan perselisihan, tidak adanya tangung jawab dari suami, masalah ekonomi, dan adanya orang ketiga atau perselingkuhan. Namun dari keempat faktor tersebut yang menonjol karena faktor ekonomi dan tidak ada tangung jawab dari pihak suami.

 

Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi, Aminuddin, membenarkan angka perkara perceraian di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan. Menurutnya, perlu ada kajian untuk mengetahui penyebabnya.

 

“Saya sudah komunikasi dengan ketua MUI Kabupaten Bekasi dengan tingginya tren perceraian, karenanya perlu dikaji penyebabnya, apakah karena kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat atau karena problem masalah keluarga yang tidak bisa diatasi atau bisa jadi penurunan peran ulama dan majelis taklim di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

 

Dijelaskan Aminuddin, angka permohonan cerai gugat yaitu cerai permohonan yang dilakukan oleh istri lebih banyak dari angka permohonan cerai talak, atau cerai permohonan dari pihak suami. Angka cerai gugat mencapai 70,5 persen dan angka cerai talak hanya 29,5 persen.

 

“Jadi cerai gugat itu lebih banyak dari cerai talak dan angkanya cukup jauh perbandingannya,” ucapnya.

 

Lanjut Aminuddin, dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, yang paling tinggi tingkat perceraiannya ada di lima kecamatan. Yaitu Tambun Selatan, Babelan, Cikarang Utara, Cibitung, dan Cikarang Barat.

 

“Pemohon perceraian untuk wilayah padat penduduk memang grafiknya melonjak dan kita catat ada lima kecamatan dengan ranking perceraian teratas,” ujarnya.

 

Pemohon perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi, berasal dari berbagai kalangan profesi. Mulai dari masyarakat biasa, PNS, anggota TNI, dan Polisi. Namun diakui dia proses perceraian untuk anggota TNI, Polisi, dan PNS lebih sulit ketimbang masyarakat biasa. (dho/rbs/gob)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/09/07/angka-perceraian-di-kabupaten-bekasi-terus-meningkat/

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s