Panjangnya Antrean Membuat Calo e-KTP di Bekasi Raih Untung

Panjangnya Antrean Membuat Calo e-KTP di Bekasi Raih Untung

Sep 23, 2016

 

Bekasi, Bekasiurbancity.com – Panjangnya antrean mengurus perekaman data elektronik KTP (E-KTP) di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dimanfaatkan calo untuk mencari keuntungan. Calo ini mematok biaya minimal Rp 50.000.

 

“Saya membayar calo untuk mempersingkat antrean,” kata Robi (33), warga Perumahan Grandwisata, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/09/2016).

 

Robi mengatakan, nomor urut antrean yang diatur petugas kecamatan mudah diganti seorang perempuan yang tiap hari muncul di Kantor Kecamatan Tambun Selatan. “Dia mengaku petugas kecamatan yang memanggil antrean,” ujar Robi.

 

Robi memberi uang Rp 50.000, agar tidak antre. Calo itu meminta dia datang kembali esok harinya pukul 11.00 WIB. Sementara warga lainnya yang datang untuk perekaman data E-KTP harus kembali dua atau tiga pekan kemudian, karena pemohon membeludak. Kapasitas perekaman di kantor kecamatan itu hanya 150 orang per hari dengan dua unit alat rekam.

 

Robi mengaku sudah beberapa kali ke kantor kecamatan, namun diminta datang lagi sekitar dua pekan. Tapi, setelah tahu ada seseorang yang bisa mempersingkat antrean dengan memberi uang, ia pun terpaksa memilih calo.

 

Hal serupa juga terjadi di beberapa kantor Kecamatan maupun kantor desa di Kabupaten Bekasi, seperti di desa Wanasari, Cibitung, ada beberapa calo yang menawarkan jasa nya agar proses perekaman e-KTP berjalan cepat dan lancar.

 

“Ada calo yang menawarkan diri untuk mempersingkat antrean dan mempercepat proses perekaman e-KTP, tarifnya sendiri mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000,” kata Ines (26), warga Cibitung, Kamis (22/09/2016).

 

Sementara itu, Kasi Kependudukan Kecamatan Tambun Selatan Ahmad Syaebani mengaku tidak pernah menginstruksikan bawahannya memungut uang untuk E-KTP. “Pasti dia bukan pegawai kecamatan,” katanya.

 

Ahmad menambahkan, kalau ada hal seperti ini sebenarnya bisa dilaporkan langsung ke pihak disdukcapil Kabupaten Bekasi atau Ke Kecamatan, “karena kalau dibiarkan, akan merusak citra pegawai kecamatan,” ujarnya.

 

Sumber:

http://www.bekasiurbancity.com/panjangnya-antrean-membuat-calo-e-ktp-di-bekasi-raih-untung/

Pos ini dipublikasikan di Pemerintahan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s