Warga Ancam Aksi Besar-besaran Tuntut Lippo Cikarang Tepati Janji

Warga Ancam Aksi Besar-besaran Tuntut Lippo Cikarang Tepati Janji

Minggu, 25 September 2016 | 21:11 WIB

 

WARGA Taman Sari dan Taman Kintamani, Lembah Hijau, Lippo Cikarang, Cikarang Selatan, menginginkan memiliki masjid permanen. Usaha mereka untuk mendirikan masjid permanen yang diberi nama At-Taufiq masih belum dapat terealisasi karena pengembang lum memberikan lahan fasos dan fasum.

 

Ketua Badan Pengurus Masjid (BPM) At-Taufiq, Andi Muhhamad Sadli memaparkan bahwa selama ini warga menggunakan rumah tinggal untuk beribadah salat 5 waktu dan tempat pengajian. Padahal, dari tahun ke tahun jumlah jamaah terus meningkat.

 

“Rumah tinggal itu awalnya hanya satu rumah saja, dan berkat perjuangan jamaah yang selama ini tidak ada tempat ibadah maka kita perluas rumah tinggal mengingat meningkatnya jamaah, setiap subuh awalnya hanya ada 20 orang, sekarang sampai 200-300 jamaah,” ungkapnya, Minggu (25/9/2016) kepada GoBekasi.co.id.

 

Atas hal itu, sejak tahun 2011 lalu akhirnya warga memberikan surat permohonan kepada pengembang Lippo Cikarang agar dapat memeberikan lahan Fasos dan Fasum untuk warga. Namun, hingga berita ini diturunkan pihak pengembang belum juga memberikan kepastian. Akhirnya pada 17 September 2016 warga memutuskan memasang spanduk berukuran 3×2 di lahan tersebut.

 

“Malah pada Jumat (23/9/2016) malam pihak pengembang menerjunkan security mencopotnya secara sepihak dan tanpa pernyataan pesan apapun dari security. Padahal kita sudah melakukan surat menyurat ke Pemda Bekasi dan pengembang sejak tahun 2011. Namun sampai sekarang hasilnya nihil,” sesalnya.

 

Akhirnya, pada Sabtu (24/9/2016) kemarin. Warga kembali menggelar aksi pemasangan spanduk yang dihadiri puluhan orang di lokasi yang sama.

 

“Karena saat itu dia (Pengembang) tidak memesan sebilah kata apapun kepada kami, maka dengan itu kami memasang kembali spanduk itu agar ada titik temu. Dan kami menginginkan audensi dengan Pengembang dan Pemda agar kami tahu sebab apa yang mengganjal tidak boleh didirikan masjid permanen,” tegasnya.

 

Ketua Panitia Pembangunan Masjid, M Yani Subki, mengatakan, dirinya bersama warga menegaskan kepada pihak-pihak terkait bahwa warga akan terus menuntut apa yang sudah menjadi hak warga pemukiman perumahan.

 

“Warga siap menggeruduk Kantor Lippo dan Kantor Pemda serta DPRD Kabupaten Bekasi dengan melakukan aksi besar-besaran sampai sarana Fasos Fasum warga dipenuhi oleh pihak Lippo Cikarang,” tandasnya. [Kub/Gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/09/25/warga-ancam-aksi-besar-besaran-tuntut-lippo-cikarang-tepati-janji/

Pos ini dipublikasikan di Fasilitas Umum, Sosial dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s