Indisipliner Jadi Alasan Maraknya PHK di Kabupaten Bekasi

Setiap Hari Ada Karyawan di-PHK di Kabupaten Bekasi

Senin, 26 September 2016 | 14:00 WIB

 

PEMUTUSAN Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi masih terjadi. PHK kali ini bukan karena persoalan lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, melainkan karena adanya sengketa antara pekerja dan pihak perusahaan.

 

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja pada Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bekasi, Nurhidayah, membenarkan di sejumlah perusahaan masih terjadi PHK. Namun PHK terjadi karena permasalahan ketenagakerjaan seperti indispliner dan adanya persoalan di internal perusahan.

 

“Kalau bicara PHK dengan jumlah perusahaan yang hampir ribuan pasti ada aja, dan memang itu kan bagian dari persoalan di perusahan, apa itu karena adanya kasus tenaga kerja, atau perusahaannya bangkrut itu pasti ada, tapi memang kebanyakan karena indisipliner,” ungkapnya.

 

Dikatakan Nur, Disnakertrans menyarankan setiap sengketa persoalan ketenagakerjaan bisa dilakukan mediasi terlebih dulu antara serikat pekerja dengan manajemen perusahan. Tujuannya untuk mencari solusinya, sehingga PHK bisa dihindari.

 

“Biasanya kan di-SP dulu bila ada persoalan tenaga kerjanya dengan perusahaan dan memang tidak langsung memecat dan itupun harus sesuai koridor dari perjanjian kerja bersama setiap perusahaan, begitu juga harus mengacu kepada Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga kedua belah pihak tidak dirugikan,” tuturnya.

 

Menurut Nur, pemerintah daerah telah mengimbau kepada perusahaan supaya tidak melakukan PHK secara sepihak. Pihak perusahaan juga diminta agar melakukan mediasi terlebih dulu sehingga pengangguran tidak bertambah.

 

“Jadi kita juga pernah mengimbau kepada perusahaan bila ada persoalan tenaga kerja atau pailit karena faktor tertentu seperti karena harga dollar tinggi sehingga harus melakukan pengurangan tidak harus melakukan PHK terlebih dahulu, bisa dengan merumahkan karyawan setelah perusahaan dengan kondisi baik bisa memanggil kembali,” katanya.

 

Soal jumlah korban PHK yang terjadi setiap hari, Nur mengaku tidak bisa memberikan data. Dia beralasan setiap perusahaan tidak seluruhnya melaporkan karyawan yang di-PHK.

 

“Memang tidak semuanya kasih data ke kita, paling kalau PHK besar baru ada data yang kita peroleh,” kelitnya. (dho/rbs/gob)

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/09/26/setiap-hari-ada-karyawan-di-phk-di-kabupaten-bekasi/

 

 

Indisipliner Jadi Alasan Maraknya PHK di Kabupaten Bekasi

Selasa, 27/09/2016 06:30 WIB

 

CIKARANG_DAKTACOM: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan bahwa permasalah pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan daerah setempat kebanyakan karena melemahnya kinerja karyawan.

 

“Pemutusan hubungan kerja ini disebabkan oleh melemahnya kinerja oleh para karyawan di semua perusahaan,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja pada Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bekasi, Nurhidayah di Kabupaten Bekasi, Senin (26/9).

 

Menurut dia dalam pemutusan ini sudah banyak laporan yang diterimanya, itu terjadi karena permasalahan ketenagakerjaan seperti indispliner dan adanya persoalan di internal perusahan.

 

Bila dikaitkan dengan jumlah perusahaan yang ada di daerah setempat itu banyak. Dan yang di PHK juga banyak pula, tetapi jangan hanya menyudutkan pengusahanya semata.

 

Melainkan juga harus melihat dasarnya, agar dapat mengambil solusi terbaiknya. Permasalahan ini tidak hanya dikarenakan ego, tetapi dasarnya harus jelas diawal seperti isi kontrak kerja, atau surat keputusan perusahaan yang mengaturnya.

 

Ia menambahkan agar setiap sengketa persoalan ketenagakerjaan bisa dilakukan mediasi terlebih dulu antara serikat pekerja dengan manajemen perusahan. Tujuannya untuk mencari solusinya, sehingga PHK bisa dihindari.

 

“Biasanya kan di-SP dulu bila ada persoalan tenaga kerjanya dengan perusahaan dan memang tidak langsung memecat dan itupun harus sesuai koridor dari perjanjian kerja bersama setiap perusahaan, begitu juga harus mengacu kepada Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga kedua belah pihak tidak dirugikan,” katanya.

 

Pemerintah daerah setempat audah melakukan pembicaraan dengan pengusaha agar tidak melakukan pemecatan atau pemberhentian karyawan secara sepihak agar tidak terjadi kesalahan pahaman.

 

“Perusahaan juga diminta agar melakukan mediasi terlebih dulu sehingga pengangguran tidak bertambah,” katanya

 

Jadi semua cara sudah dilakukan agar antara perusahaan dan karyawan dapat sejalan seperti persoalan pailit dikarenakan faktor tertentu.

 

Salah satu contohnya harga dollar tinggi sehingga harus melakukan pengurangan tidak harus melakukan PHK terlebih dahulu, bisa dengan merumahkan karyawan setelah perusahaan dinyatakan dalam kondisi baik bisa memanggil karyawan bekerja kembali.

 

Lanjut Nur mengaku dalam sehari laporan pemutusan kerja yang dilakukan oleh perusahaan bisa mencapai ribuan. Dalam keputusan itu rata-rata dikarenakan kinerja dan disiplin karyawan kurang baik.

 

Dalam pemutusan tenaga kerja lokal ataupun pekerja asing, perusahaan diharuskan memberikan data kepada Disnakertrans setempat.

 

Ini dilakukan guna melakukan analisis jumlah pekerja yang ada di semua perusahaan yang tersebar pada daerahnya.

 

Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Antaranews

 

Sumber:

http://dakta.com/news/6391/indisipliner-jadi-alasan-maraknya-phk-di-kabupaten-bekasi

Pos ini dipublikasikan di Ketenagakerjaan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s