Dalam Setahun, 1.000 Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Beralih Fungsi

Dalam Setahun, 1.000 Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Beralih Fungsi

Selasa, 4 Oktober 2016 | 11:18 WIB

 

DALAM setahun, lahan seluas 1.000 hektare di Kabupaten Bekasi beralih fungsi. Awalnya, lahan tersebut berupa pertanian, namun kini sudah menjadi perumahan dari skala kecil hingga besar. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Bekasi, Abdul Karim mengatakan tahun 2015 lalu, luas lahan pertanian di wilayah setempat mencapai 52.000 hektare. Namun, kini sudah berkurang menjadi 51.000 hektare.

 

“Setiap tahun pasti ada lahan pertanian yang dikuasai pengembang untuk dijadikan perumahan,” kata Karim kepada GoBekasi, Selasa (4/10/2016).

 

Karim menjelaskan, sebetulnya Pemkab sudah membagi wilayah permukiman, ruang hijau dan kawasan industri. Salah satunya, dengan adanya penetapan kawasan jalur hijau yang diperuntukkan untuk area persawahan dan kawasan jalur kuning untuk pemukiman.

 

Hanya saja, kata dia, banyak pengembang yang membeli tanah di kawasan hijau. Mereka memproyeksikan, beberapa tahun ke depan akan ada perubahan pemetaan kawasan, sehingga lahan hijau yang sudah ditetapkan tersebut berubah fungsi menjadi area permukiman komersil.

 

Karim menjelaskan, jalur hijau yang sudah berdiri permukiman yaitu di Kecamatan Pebayuran, Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Sukatani. Seharusnya seluruh pembangunan permukiman tersebut masuk ke kawasan kuning di Kecamatan Tambun Selatan, Cikarang Timur, Cibitung dan Cikarang Barat.

 

“Sekarang pengembang sudah merambat ke sejumlah kecamatan untuk dijadikan perumahan, atau dengan kata lain untuk dijadikan jalur kuning,” bebernya.

 

Meski begitu, tambah Karim, Pemkab tidak bisa melarang pengembang untuk membeli tanah warga. Begitu juga ke warga, Pemkab tidak bisa melarang masyarakat yang ingin menjual tanahnya ke pengembang. Soalnya, Pemkab belum memiliki payung hukum untuk menegakkan pembagian jalur hijau dan jalur kuning.

 

“Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang telah masuk program Pemkab pada 2012 belum juga ditetapkan,” tambah Kepala Bidang Pelaksana pada DPPK Kabupaten Bekasi, Rohim Sutisna.

 

Rohim Sutisna menambahkan, wilayahnya juga masih kekurangan 80 penyuluh pertanian. Akibatnya, tidak semua desa didampingi penyuluh, sehingga banyak area persawahan yang gagal panen.

 

“Idealnya satu desa terdapat satu pos penyuluhan pertanian. Ini yang menjadi fokus kami untuk membentuknya,” pungkasnya. [cr27/gob]

 

Sumber:

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/10/04/dalam-setahun-1-000-hektare-sawah-di-kabupaten-bekasi-beralih-fungsi/

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s