Minimnya Taman Publik, Warga Kabupaten Bekasi Memilih Taman Perumahan

Minimnya Taman Publik, Warga Kabupaten Bekasi Memilih Taman Perumahan

By redaksi –

Oct 9, 2016

 

Bekasi, Bekasiurbancity.com – Kabupaten Bekasi masih minim ketersedian taman bermain bagi masyarakat. Tidak ada tempat publik seperti taman bermain ini, membuat warga mencari alternatif di taman perumahan.

 

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, mengungkapkan pemerintah daerah memang berupaya memperbanyak taman publik bagi warga. Saat ini, kata Neneng, Taman Citarik, Cikarang Timur, sudah dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

 

Salah satu taman yang menjadi tempat favorit warga Kabupaten Bekasi berkumpul adalah taman di Perumahan Villa Mutiara Gading 2, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memang dijadikan tempat nongkrong pasangan anak muda.

 

Bahkan, spanduk yang berisi peringatan keras, jika ada yang nekat berbuat asusila di sekitar lokasi tersebut, masih terpampang kokoh. Tak main-main, nyawa taruhannya apabila tertangkap basah melakukan tindakan asusila, dihajar hingga babak belur.

 

Lokasi spanduk ini tepat berada di depan kolam renang Venetian Water Park, Perumahan Villa Mutiara Gading 2. Akses jalan yang terbuka selama 24 jam membuat warga, terutama pasangan muda-mudi, memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat nongkrong favorit.

 

Madun (30), tukang kopi yang berjualan tepat di samping spanduk peringatan antiasusila, membenarkan taman perumahan pengembang Grup ISPI tersebut kerap dijadikan tempat pacaran anak muda.

 

“Ya banyak yang pada pacaran. Saya jualan kopi di tempat ini laku,” ujar Madun, Sabtu (08/10/2016).

Dia menggelar lapak kopinya sekitar pukul 09.00-22.30 WIB. Namun, setiap malam Minggu, lapak kopinya ditutup lebih malam lagi, hingga pukul 23.30 WIB.

 

Motor Honda Astrea yang dijadikan sebagai alat angkut barang dagangannya, selalu parkir di taman tersebut. Madun menyediakan spanduk bekas yang dijadikan alas duduk di sekitar lapak kopi. Dia mengakui, taman itu dijadikan ajang berkumpulnya pasangan muda-mudi, yang memarkirkan motornya di pinggir jalan, sambil nongkrong di taman.

 

Sering memergoki tindak asusila? Madun mengatakan, belum pernah karena lampu taman yang cukup terang di satu titik dan gelap di titik lain, tidak membuka celah untuk tindak asusila. Ditambah lagi, petugas keamanan perumahan yang patroli tiap saat. Ini taman terbuka, bukan tertutup dan ramai dilalui kendaraan.

 

Selain remaja, tempat ini juga menjadi pilihan bagi para sopir taksi atau ojek berbasis aplikasi online untuk beristirahat sambil menunggu penumpang.

 

“Tiap malam sering dirazia warga dan satpam, keliling perumahan ini,” ujarnya.

 

Meski begitu, kata dia, pasangan muda-muda dapat saja mencari celah kelengahan petugas keamanan dengan melakukan tindak asusila. “Sepertinya, spanduk itu dipasang karena banyak yang berbuat asusila,” ungkapnya.

 

Bontot (23), pedagang bubur ayam, mengatakan sejak spanduk-spanduk larangan tersebut dipasang, sudah jarang melihat anak muda pacaran di lokasi taman.

 

“Sekuriti dan warga perumahan sering razia malam,” ujar Bontot yang berjualan sejak tiga tahun lalu.

Dia menggelar lapak bubur ayam di Blok V Villa Mutiara Gading 2. “Spanduk dipasang kira-kira tahun baru 2016, yang pacaran pada takut,” katanya.

Warga lainnya, Edi (36), asal Desa Jejalenjaya, Ta

mbun Selatan, mengatakan fenomena ini juga menunjukkan kurangnya ketersedian taman publik bagi warga. Pemerintah daerah, mestinya membuat taman-taman lain yang dijadikan sebagai tempat kumpul atau rekreasi bagi warga Kabupaten Bekasi.

 

“Tidak ada taman publik, terpaksa nongkrong di taman perumahan, yang sewaktu-waktu dapat diusir satpam,” imbuhnya.

 

Sumber:

http://www.bekasiurbancity.com/minimnya-taman-publik-warga-kabupaten-bekasi-memilih-taman-perumahan/

Pos ini dipublikasikan di Fasilitas Umum, Lingkungan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s