Honor BPD Pakai ADD, Kades Kecam Cabut Dukungan ke Bupati

Honor BPD Pakai ADD, Kades Kecam Cabut Dukungan ke Bupati

Diterbitkan: 16 Oktober 2016

Dilihat: 1826

 

KABARSEBELAS.COM- Kaitan pembagian honor untuk anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebesar Rp1.7 juta per orang yang terdapat didalam Peratuan Bupati (Perbup) dikecam oleh beberapa Kepala Desa.

Kepala Desa Tambun, Jaut Sarjawinata salah satunya yang menurutnya honor yang diambil dari Anggaran Dana Desa (ADD) dikhawatirkan akan menimbulkan adanya kecemburuan sosial. Di mana, anggota BPD sendiri tidak banyak bekerja, tidak seperti staf desa yang setiap harinya harus datang ke desa memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Takutnya seperti itu, soalnya BPD sendiri datang ke desa hanya kalau ambil gaji saja, tidak adil itu,” kata dia.

Lanjut dia, bupati seharusnya bijaksana dalam menentukan besaran gaji BPD apabila dibebankan ke ADD. Pasalnya, dengan honor sebesar itu, hampir menyamai honor staf desa. Namun dirinya tidak mempermasalahkan kalau seandainya honor tersebut murni menggunakan APBD.

“Kalau pakai APBD, ya saya nggak akan masalah, tapi kalau pakai ADD ya saya keberatan, teman-teman kepala desa lainnya juga pasti sama seperti saya,” ujarnya.

Dengan keluarnya SK Perbup yang menurutnya cukup nyeleneh tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bekasi ini menuding bupati memiliki kepentingan politis. Pasalnya, dalam perencanaan Perbup tersebut, tidak ada satupun kepala desa yang diajak berunding.

“Kita ada Apdesi, paling tidak dia diskusi dulu sama Apdesi sebagai perwakilan desa. Kalau main bikin SK seperti ini pasti ada unsur lain ini,” ucap curiganya.

Mengingat SK tersebut sudah turun, Jaut mengaku akan mencoba melakukan cara persuasif agar bupati mau mengkaji ulang SK tersebut. Terlebih menurutnya, bupati saat ini sedang mencari masa untuk pencalonannya pada Tahun 2017 mendatang.

“Kita akan coba dengan bicara baik-baik, kalau memang nggak bisa direvisi lagi, ya jangan harap kita kepala desa mendukung dia,” tukasnya yang juga sekertaris Apdesi.

ADD Desa Tambun sendiri yang didapat dari pemerintah daerah besarannya mencapai Rp1 milyar untuk satu tahun. Dengan honor BPD yang dimasukkan ke ADD, dana yang didapat otomatis akan terpotong sekitar Rp250 juta. (ktr)

 

Sumber:

http://www.kabarsebelas.com/pemerintahan/5763-honor-bpd-pakai-add,-kades-kecam-cabut-dukungan-ke-bupati

Pos ini dipublikasikan di Pemerintahan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s